Menko Darmin blak-blakan soal kondisi ekonomi Indonesia
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka waktu tiga bulan ke depan akan mengalami perbaikan. Sektor infrastruktur akan menjadi pendorong masuknya investasi dalam negeri, sehingga tercipta pertumbuhan.
"Saya melihat 2-3 bulan ekonomi sudah menggeliat, tapi memang belum kelihatan membaik betul. Jika ditarik ke belakang, Indonesia memang bukan terbaik tapi satu di antara yang terbaik di antara negara lainnya," ujar Darmin kemarin malam.
Darmin mengakui, perekonomian dunia masih belum stabil dan menemukan titik terang, bahkan International Moneter Funf (IMF) kerap kali merevisi pertumbuhan ekonomi global. "Kita hidup di masa ekonomi dunia belum ketemu jalan keluar, semua negara hadapi masalah, tiap tiga bulan IMF turunkan lagi (angka ekonomi dunia)," jelas Darmin.
Indonesia sendiri disebut masih memiliki angka pertumbuhan yang positif. "Kadang media tidak apresiasi angka 4,9 persen dibandingkan negara lain lebih payah lagi (negara lain)," ucap Darmin.
Darmin menilai, perbaikan ekonomi dalam negeri sudah terlihat sejak tahun 2015 silam, di mana pada kuartal III-2015 pertumbuhan ekonomi membaik mencapai 5,04 persen kemudian kuartal I-2016 memang turun menjadi 4,9 persen.
"Kemudian orang bilang turun, tapi mereka tidak melihat bahwa kuartal 1-2015 yaitu hanya 4,7 persen lebih baik memang ada ritme pertumbuhan tahunan," ungkapnya.
Mendorong pertumbuhan ekonomi, Darmin berjanji akan terus menggenjot sektor infrastruktur karena ini dapat mengundang investasi. "Maka memulai bangun infrastruktur adalah keuntungan kita bisa dapat. Undang pemilik modal bukan jangka pendek, contoh pembangkit listrik dalam jangka 5-7 tahun," ucap Darmin.
"Apa yang dilakukan pemerintah mempermudah orang investasi dan mempermudah orang membangun perusahaan yang di sasar oleh 12 paket kebijakan. Sederhana itu dan intinya gitu," tutup Darmin.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya