Penduduk daerah ini diberikan uang puluhan juta agar pergi dari kota
Tingginya jumlah penduduk membuat harga rumah semakin tidak terjangkau.
Pemerintah Auckland, Selandia Baru, memberikan bayaran sebesar 5.000 New Zealand Dolar atau setara Rp 47,6 juta (1 New Zealand Dolar = Rp 9.500) agar penduduknya mau keluar dari kota. Kebijakan ini diambil karena semakin padatnya kota tersebut hingga penduduk kesulitan mendapat tempat tinggal.
Dilansir dari CNBC, Rabu (22/6), sebanyak 130 orang telah setuju untuk menerima uang relokasi. "Untuk penduduk yang ingin pindah ke kota dengan biaya hidup lebih murah, uang ini dapat membantu kehidupannya," ujar Menteri Perumahan Selandia Baru, Paula Bennett.
Kebijakan yang telah diumumkan sejak Januari ini menyasar penduduk 'terlantar'. Di mana untuk tidur mereka menggunakan mobil, tenda, bahkan garasi kendaraan.
Pada 2014, HSBC menggambarkan Selandia Baru sebagai 'bintang perekonomian'. Akan tetapi, tingginya angka urbanisasi membuat biaya perumahan semakin tidak terjangkau. Sebab, pasokan tidak seimbang dengan permintaan sehingga harga rumah melambung tinggi.
Harga rumah di Selandia Baru naik 12,4 persen pada Mei dibanding periode sama tahun lalu. Gubernur Bank Sentral Selandia Baru, Graene Wheeler, telah mengingatkan akan ancaman inflasi akibat sektor properti.
Baca juga:
BI: Pelonggaran aturan LTV dongkrak penyaluran KPR 6,65 persen
Rumah di Tangerang ini dijual Rp 260 juta, cicilan Rp 2,5 juta/bulan
Tips investasi properti untuk kelas menengah dari bos Ciputra
Intip cara Mesir ubah permukiman kumuh jadi rusun mewah
BTN siapkan program KPR untuk masyarakat berpenghasilan tak tetap
Tips agar pengajuan KPR pekerja freelance disetujui bank
Kuartal II-2016, REI prediksi penjualan properti masih melambat