Pendapatan WEHA Tumbuh Pesat di 2025, Laba Malah Tergerus 21%
Lihatlah kinerja keuangan PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk pada tahun 2025, yang mencakup pendapatan dan laba yang berhasil dicapai perusahaan.
PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk mengalami peningkatan pendapatan sepanjang tahun 2025, meskipun laba bersih dan EBITDA mengalami tekanan.
Direktur Utama Andrianto Putera Tirtawisata mengungkapkan bahwa pendapatan perusahaan meningkat 4% menjadi Rp 317,714 miliar, dibandingkan dengan Rp 304,367 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan adanya pertumbuhan dalam aktivitas bisnis perusahaan, walaupun industri transportasi dan mobilitas masih menghadapi tantangan dalam hal efisiensi operasional.
Pertumbuhan pendapatan ini juga diimbangi dengan stabilnya laba kotor perusahaan, di mana gross profit tercatat sebesar Rp 112,553 miliar, mengalami sedikit kenaikan dibandingkan dengan Rp 112,518 miliar pada tahun 2024.
"Sementara itu, laba kotor atau gross profit tercatat relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,03% dari Rp 112,518 miliar pada 2024 menjadi Rp 112,553 miliar di 2025," kata Andrianto dalam Public Expose PT WEHA Transportasi Indonesia, Jumat (8/5/2026). Namun, meskipun pendapatan meningkat, laba bersih perusahaan justru mengalami penurunan.
WEHA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 22,195 miliar pada tahun 2025, yang menunjukkan penurunan sebesar 21% dibandingkan dengan laba bersih tahun 2024 yang mencapai Rp 28,268 miliar.
EBITDA juga Mengalami Penyesuaian
Meskipun pendapatan mengalami peningkatan, perusahaan belum berhasil mengonversi pertumbuhan tersebut menjadi peningkatan pada bottom line. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan efisiensi masih menjadi fokus utama bagi perseroan di tengah dinamika operasional dan persaingan industri yang ketat.
Selain laba bersih, EBITDA WEHA juga menunjukkan penurunan pada tahun 2025. EBITDA tercatat sebesar Rp 90,900 miliar, mengalami penurunan sebesar 2% dibandingkan dengan Rp 93,045 miliar pada tahun sebelumnya. Meskipun penurunan ini tidak sedalam laba bersih, adanya koreksi pada EBITDA menunjukkan bahwa terdapat kenaikan biaya operasional yang berdampak pada kinerja perusahaan secara keseluruhan.