LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemulihan Ekonomi Tak Boleh Bergantung pada Kehadiran Vaksin

Ketua Gerakan Pakai Masker, Sigit Pramono memperkirakan vaksinasi Covid-19 baru akan selesai pada akhir semester I-2021 bila dimulai pada awal tahun 2021. Efektivitas vaksinasi ini pun membutuhkan waktu 1-2 tahun untuk melihat dampaknya.

2020-11-26 14:09:57
Pemulihan Ekonomi Nasional
Advertisement

Ketua Gerakan Pakai Masker, Sigit Pramono memperkirakan vaksinasi Covid-19 baru akan selesai pada akhir semester I-2021 bila dimulai pada awal tahun 2021. Efektivitas vaksinasi ini pun membutuhkan waktu 1-2 tahun untuk melihat dampaknya.

"Dari ahli epidemiologi seseorang dapat memiliki daya tahan terhadap suatu virus itu dibutuhkan waktu satu sampai dua tahun ke depan," kata Sigit di Jakarta, Kamis (26/11).

Untuk itu dia menilai kehadiran vaksin Covid-19 tidak bisa diandalkan seketika setelah ada. Masyarakat harus bisa hidup berdampingan dengan virus corona dalam waktu 1-2 tahun ke depan.

Advertisement

"Kita tidak mungkin mengandalkan vaksin yang sekarang," kata dia.

Maka, penerapan protokol kesehatan menjadi kunci untuk mencegah penyebaran virus. Utamanya penggunaan masker yang dianggap Sigit sebagai vaksin yang paling efektif.

"Vaksin sekarang yang manjur itu masker," kata dia.

Advertisement

Penggunaan masker harus di dorong lantaran dianggap yang paling menentukan di tengah hidup yang berdampingan dengan virus corona. Meski begitu kehadiran vaksin menjadi pendobrak perputaran ekonomi.

Sigit menilai kelompok menengah atas harus dilakukan untuk melakukan aktivitas konsumsi agar ekonomi bergerak. Sebab perlambatan ekonomi ini salah satunya diakibatkan mereka yang memiliki dana tetapi disimpan.

Di sisi lain, kelompok menengah atas ini enggan melakukan aktivitas konsumsi karena khawatir terpapar. Padahal, selama ini tingkat konsumsi kelompok menengah atas ini sangat tinggi. Sehingga upaya yang perlu dilakukan saat ini mendorong kelompok ini untuk melakukan aktivitas konsumsi.

"Kuncinya mendorong perekonomian ini, kelompok menengah atas melakukan spending karena pengeluaran mereka besar. Dari mereka jalan-jalan, wisata, menginap di hotel dan lain-lain ini turun pesat," tuturnya.

Baca juga:
Apindo: Butuh Lebih dari 3 Juta Lapangan Kerja untuk Kembalikan Ekonomi
Jonan Pertanyakan Efektivitas Vaksin dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
Satgas Jelaskan Alokasi Dana PEN untuk Sovereign Wealth Fund
Penyaluran Dana PEN Sektor Pendidikan Keagamaan Capai Rp5,7 Triliun
Per Hari Ini, Realisasi Penyaluran Dana PEN Capai 60,9 Persen
Tak Cukup Kebijakan Moneter, Vaksin jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Imbas Pandemi

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.