Pemprov Maluku Utara Sukses Panen 1,5 Ton Udang Vaname, Genjot PAD dan Kesejahteraan Nelayan
Pemerintah Provinsi Maluku Utara berhasil menggelar panen perdana 1,5 ton udang vaname, sebuah langkah strategis untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara berhasil menggelar panen perdana udang vaname sebanyak 1,5 ton di Ternate pada Jumat (15/4), sebuah langkah strategis untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pemasukan daerah, tetapi juga bertujuan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar mampu mengembangkan usaha budidaya perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Panen perdana ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Utara dengan BUMDes Jiko Banau, menggunakan metode budidaya semi intensif yang efisien.
Potensi Ekonomi Budidaya Udang Vaname
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menegaskan bahwa sektor budidaya perikanan, khususnya udang vaname, memiliki peluang ekonomi yang sangat besar jika dikelola secara konsisten dan berkesinambungan.
Dari hasil panen perdana ini, tambak udang vaname berhasil menghasilkan sekitar 1,5 ton udang yang dipasarkan dengan estimasi harga Rp100 ribu per kilogram.
Potensi nilai ekonominya diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal.
Sarbin Sehe menambahkan bahwa potensi sumber daya laut yang melimpah harus diimbangi dengan pengelolaan yang tepat agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan daerah secara luas.
Dukungan untuk Peningkatan Kesejahteraan Nelayan
Penguatan ekonomi nelayan menjadi fokus utama yang perlu dilakukan secara terintegrasi, sejalan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhammad, menyoroti bahwa budidaya udang vaname membuka peluang besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tuada.
Desa Tuada, yang telah lama dikenal sebagai desa nelayan, sangat relevan dengan program pemerintah pusat tersebut, memperkuat sinergi antara program daerah dan nasional.
Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kehidupan para nelayan di wilayah tersebut.
Inovasi Sistem Budidaya Semi Intensif
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Maluku Utara, Fauzi Momole, menjelaskan bahwa sistem semi intensif menjadi kunci keberhasilan budidaya udang vaname ini.
Sistem ini mengandalkan perpaduan pakan buatan dengan produktivitas alami berupa fitoplankton, menciptakan lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan udang.
Selain itu, budidaya ini juga didukung oleh aerasi mekanik menggunakan kincir atau sirkulator, memastikan kualitas air yang baik dan pasokan oksigen yang cukup.
Pendekatan inovatif ini membuktikan bahwa dengan teknologi dan pengelolaan yang tepat, potensi perikanan di Maluku Utara dapat dimaksimalkan.
Sumber: AntaraNews