Pemprov Jatim Kerahkan Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026
Jelang Idul Adha 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan tim khusus untuk memastikan Kesehatan Hewan Kurban bebas penyakit dan layak konsumsi, menjamin keamanan bagi masyarakat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengumumkan pengerahan tim pemeriksa kesehatan hewan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat. Tim ini akan beroperasi di berbagai sentra peternakan di Jawa Timur, termasuk yang ditinjau di Nganjuk.
Pengerahan tim ini merupakan upaya proaktif Pemprov Jatim untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD). Pemeriksaan menyeluruh akan dilakukan pada hewan kurban sebelum dan sesudah penyembelihan. Hal ini demi menjamin kualitas dan keamanan daging kurban yang akan didistribusikan.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa ketersediaan stok hewan kurban di Jawa Timur sangat memadai, bahkan surplus, berkat kekuatan sektor peternakan provinsi ini. Kesiapan ini didukung oleh populasi ternak yang menempati peringkat pertama secara nasional. Dengan demikian, kebutuhan hewan kurban masyarakat Jawa Timur dapat terpenuhi dengan baik.
Pengerahan Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban di Jawa Timur
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan tim pemeriksa kesehatan hewan kurban yang komprehensif untuk Idul Adha 2026. Tim ini terdiri dari berbagai tenaga ahli di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Mereka akan memastikan setiap hewan kurban memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.
Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur mengerahkan 950 dokter hewan medik veteriner dan 1.500 paramedik veteriner. Selain itu, ada 145 pengawas bibit ternak dan 75 pengawas mutu pakan yang turut serta. Kesiapan ini menunjukkan komitmen Pemprov Jatim dalam menjaga kualitas hewan kurban.
Tidak hanya itu, 1.997 juru sembelih halal (Juleha) bersertifikat juga disiapkan untuk memastikan proses penyembelihan sesuai syariat. Keberadaan tim lengkap ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat. Semua aspek kesehatan dan kehalalan hewan kurban menjadi prioritas utama.
Pentingnya Pemeriksaan dan Pencegahan Penyakit Hewan Kurban
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban merupakan langkah krusial untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Gubernur Khofifah menekankan pentingnya pemeriksaan baik sebelum maupun sesudah penyembelihan. Ini bertujuan melindungi konsumen dari potensi risiko kesehatan.
Fokus utama pemeriksaan adalah memastikan hewan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD). Penyakit-penyakit ini dapat berdampak serius pada kesehatan hewan dan kualitas daging. Oleh karena itu, pengawasan ketat sangat diperlukan.
Selain pemeriksaan fisik, langkah-langkah pencegahan seperti vaksinasi dan biosekuriti juga telah diterapkan pada ternak. Pengobatan ternak yang sakit juga dilakukan secara berkala. Upaya terpadu ini menjamin hewan kurban yang sehat dan layak dikonsumsi masyarakat.
Ketersediaan dan Surplus Stok Hewan Kurban di Jawa Timur
Jawa Timur membuktikan diri sebagai sentra peternakan terkemuka di Indonesia dengan populasi ternak tertinggi secara nasional. Data menunjukkan bahwa ketersediaan hewan kurban di provinsi ini jauh melampaui proyeksi kebutuhan. Hal ini memberikan jaminan pasokan yang stabil bagi masyarakat.
Proyeksi kebutuhan ternak kurban di Jawa Timur untuk tahun 2026 adalah 427.060 ekor. Rinciannya meliputi 70.550 sapi, 297.900 kambing, 58.600 domba, dan 10 kerbau. Angka ini telah diantisipasi dengan baik oleh pemerintah provinsi.
Ketersediaan sapi mencapai 629.119 ekor, menghasilkan surplus 558.569 ekor. Untuk kambing, tersedia 940.693 ekor, surplus 642.793 ekor. Domba memiliki ketersediaan 484.468 ekor dengan surplus 452.868 ekor, sementara kerbau surplus 1.688 ekor dari 1.698 ekor yang tersedia. Surplus signifikan ini menunjukkan kekuatan sektor peternakan Jatim.
Dengan ketersediaan yang melimpah dan jaminan kesehatan melalui vaksinasi serta biosekuriti, masyarakat Jawa Timur tidak perlu khawatir akan pasokan hewan kurban. Semua ternak telah dipastikan sehat dan siap untuk perayaan Idul Adha.
Sumber: AntaraNews