LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemprov Babel siap ekspor lada ke Uzbekistan

Kunjungan Wakil Perdana Menteri Republik Uzbekistan Y.M Zoyir Toirovich Mirzaev beserta pejabat pemerintahan dan pengusaha dari Uzbekistan beberapa waktu lalu ke Pangkalpinang merupakan suatu peluang bagi pemerintah daerah untuk menjalin kerja sama perdagangan lada putih dan produk pertanian lainnya.

2017-08-25 21:14:18
ekspor impor
Advertisement

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung siap ekspor lada putih ke Republik Uzbekistan. Sebab, hasil lada petani di daerah itu terus mengalami peningkatan.

"Hasil lada putih petani sudah mencapai 32.000 ton, sementara ekspor komoditas tersebut masih kisaran 5.000 ton per tahun," kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Babel, Toni Batubara seperti ditulis Antara Pangkalpinang, Jumat (25/8).

Dia mengatakan, kunjungan Wakil Perdana Menteri Republik Uzbekistan Y.M Zoyir Toirovich Mirzaev beserta pejabat pemerintahan dan pengusaha dari Uzbekistan beberapa waktu lalu ke Pangkalpinang merupakan suatu peluang bagi pemerintah daerah untuk menjalin kerja sama perdagangan lada putih dan produk pertanian lainnya.

Advertisement

"Kami belum mengetahui secara pasti bentuk kerja sama antara Pemprov Kepulauan Babel dengan Uzbekistan, namun yang jelas kita siap memenuhi permintaan pasar negara tersebut," katanya.

Toni mengatakan dalam tiga tahun terakhir ini hasil lada putih mencapai 32.000 ton per tahun atau mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya 15.000 ton per tahun.

"Saat ini luas perkebunan lada putih petani 50.000 hektare dan diperkirakan akan terus bertambah, karena minat petani mengembangkan perkebunan komoditas ekspor tersebut cukup tinggi," katanya.

Advertisement

Menurut dia, saat ini yang harus ditingkatkan yaitu bagaimana petani untuk lebih sayang kepada tanaman ladanya. Artinya petani harus mencintai, dirawat, dipelihara tanaman ladanya.

"Kami berharap petani tidak main tinggal-tinggal kebun ladanya. Selama ini kebiasaan petani tidak merawat tanaman ladanya sakit, kurang pupuk dan lainnya," ujarnya.

Baca juga:
Banyak diekspor, cadangan batubara RI terancam habis
Polemik di balik larangan dan pembatasan impor bahan baku
Indonesia investasi Rp 13,34 T bangun pelabuhan di Vietnam
Menteri Jonan lebih pilih jual gas dari Natuna ke Vietnam, ini alasannya
Mendag minta pengusaha tak gentar hadapi persaingan ekspor

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.