Pemkot Pariaman Buka Kembali Wisata Pulau Angso Duo Sambut Libur Akhir Tahun
Pemerintah Kota Pariaman kembali membuka objek wisata unggulan Pulau Angso Duo untuk menyambut libur akhir tahun, dengan pengetatan pengawasan kapal demi keselamatan wisatawan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, secara resmi membuka kembali objek wisata populer Pulau Angso Duo pada Jumat, 27 Desember 2025. Pembukaan ini dilakukan untuk menyambut lonjakan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, menjadikannya destinasi menarik di akhir tahun. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca yang mulai membaik di wilayah tersebut.
Sebelumnya, objek wisata Pulau Angso Duo sempat ditutup sementara waktu akibat cuaca ekstrem yang melanda Pariaman pada akhir November lalu. Penutupan tersebut bertujuan untuk memastikan keselamatan para pengunjung di tengah kondisi tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Kini, dengan kondisi yang lebih kondusif, wisatawan dapat kembali menikmati keindahan dan pesona Pulau Angso Duo.
Meskipun demikian, Pemkot Pariaman tetap memberlakukan pengawasan ketat terhadap operasional kapal wisata menuju pulau. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi cuaca buruk yang masih mungkin terjadi, sekaligus menjamin keamanan dan kenyamanan setiap pengunjung yang ingin berlibur di Pulau Angso Duo.
Pembukaan Kembali Wisata Pulau Angso Duo
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, mengonfirmasi pembukaan kembali Pulau Angso Duo bagi wisatawan. Ia menjelaskan bahwa cuaca saat ini jauh lebih baik dibandingkan akhir November, memungkinkan operasional wisata kembali normal dan aman. Pembukaan ini juga bertepatan dengan momen libur akhir tahun dan libur sekolah, diharapkan menarik banyak pengunjung ke Pariaman.
Sebelumnya, Pemkot Pariaman mengambil langkah pencegahan dengan menutup objek wisata tersebut. Penutupan ini merupakan bagian dari masa tanggap darurat bencana, mengingat potensi bahaya bagi keselamatan pengunjung akibat cuaca ekstrem yang terjadi. Keputusan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap keamanan publik dan pengelolaan wisata yang bertanggung jawab.
Dengan dibukanya kembali Pulau Angso Duo, diharapkan dapat mendongkrak sektor pariwisata lokal dan memberikan pilihan destinasi menarik bagi masyarakat. Objek wisata ini dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau serta suasana tenang, menjadikannya daya tarik utama di Pariaman untuk liburan.
Pengetatan Pengawasan dan Keselamatan Wisatawan
Meskipun telah dibuka, Pemkot Pariaman bersama pihak terkait memberlakukan standar pengawasan yang ketat untuk keberangkatan kapal wisata menuju Pulau Angso Duo. Kapal dilarang berlayar jika kondisi cuaca dinilai buruk atau membahayakan, seperti saat hujan lebat atau angin kencang. Prioritas utama adalah keselamatan seluruh wisatawan yang berkunjung ke Pulau Angso Duo.
Selain itu, pemeriksaan menyeluruh terhadap kelayakan kapal dan ketersediaan perlengkapan keselamatan menjadi prosedur wajib sebelum keberangkatan. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan setiap kapal memenuhi standar operasional yang ditetapkan. Pihak berwenang tidak akan berkompromi terhadap aspek keamanan di perairan Pariaman.
Prosedur ketat ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi wisatawan yang ingin menyeberang ke pulau. Pengawasan ini mencakup pengecekan rutin terhadap kondisi mesin, alat pelampung, serta kapasitas penumpang kapal, demi menjaga pengalaman wisata yang aman dan menyenangkan di Pulau Angso Duo.
Kondisi Fasilitas dan Retribusi Pulau Angso Duo
Ferialdi juga menyampaikan informasi mengenai kondisi fasilitas di Pulau Angso Duo pasca-cuaca ekstrem. Beberapa fasilitas mengalami kerusakan, termasuk dermaga apung dan atap musala yang rusak akibat terpaan angin kencang pada akhir November lalu. Kerusakan ini sempat mengurangi kenyamanan pengunjung yang datang.
Untuk sementara waktu, wisatawan yang berkunjung akan naik dan turun kapal melalui area pantai di pulau tersebut, mengingat dermaga apung belum sepenuhnya pulih. Meskipun ada kerusakan pada dermaga apung dan atap musala, fasilitas lain di Pulau Angso Duo tidak terdampak signifikan oleh bencana hidrometeorologi. Hal ini memastikan wisatawan tetap dapat menikmati keindahan pulau tanpa hambatan berarti.
Mengenai biaya masuk, tidak ada perubahan retribusi yang dikenakan kepada pengunjung yang ingin menikmati Pulau Angso Duo. Setiap wisatawan akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp15 ribu per orang untuk masuk ke Pulau Angso Duo. Biaya ini belum termasuk ongkos kapal wisata yang akan mengantar wisatawan dari Pantai Gandoriah atau muara ke pulau tersebut.
Sumber: AntaraNews