Pemkab Sigi Tanam Perdana Program Cetak Sawah Baru Sigi, Dukung Swasembada Pangan Nasional
Pemerintah Kabupaten Sigi memulai penanaman perdana padi di lokasi cetak sawah baru Sigi seluas 10 hektare, bagian dari program Astacita Presiden Prabowo Subianto, demi mendukung swasembada pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, secara resmi memulai penanaman perdana padi di lokasi cetak sawah baru pada Jumat, 26 Desember 2025. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan. Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menyatakan bahwa penanaman perdana ini menjadi bukti nyata implementasi program Astacita Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Sigi. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Tulo Rarantea, Kecamatan Dolo, menandai dimulainya babak baru peningkatan produktivitas pertanian. Program ini diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat luas.
Penanaman awal ini mencakup lahan seluas 10 hektare dari total alokasi 1.200 hektare cetak sawah baru yang direncanakan untuk tahun 2025. Rizal Intjenae menekankan bahwa langkah ini adalah awal penting untuk menciptakan sumber penghasilan baru bagi para petani. Seluruh program ini tersebar di berbagai wilayah kecamatan di Sigi.
Implementasi Program Cetak Sawah Baru Sigi dan Target Luasan
Penanaman perdana padi di Desa Tulo Rarantea, Kecamatan Dolo, menjadi tonggak penting dalam program cetak sawah baru Sigi. Meskipun hanya 10 hektare yang ditanami perdana, ini merupakan bagian dari target keseluruhan 1.200 hektare lahan cetak sawah baru yang akan dibuka pada tahun 2025. Lokasi penanaman perdana dipilih karena kesiapannya, sementara wilayah lain masih dalam tahap pengolahan lahan serta menyelesaikan pekerjaan program cetak sawah baru.
Program cetak sawah baru ini akan tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Lindu, Dolo, Dolo Selatan, Sigi Kota, Marawola, dan Palolo. Dari total 1.200 hektare, 303 hektare di antaranya berlokasi di Kecamatan Lindu, Dolo Selatan, Dolo, Sigi Kota dan Marawola. Berdasarkan data Dinas TPHP Sigi, luasan cetak sawah baru terbesar tahun 2025 di Sigi adalah wilayah Lindu mencapai 900 hektare.
Bupati Sigi juga telah meminta Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi III untuk segera membuka aliran air di saluran irigasi Gumbasa. Permintaan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air yang cukup, mendukung target ambisius penanaman padi hingga tiga kali dalam setahun. Ketersediaan irigasi yang memadai adalah kunci keberhasilan program cetak sawah baru Sigi ini.
Potensi Peningkatan Kesejahteraan dan Hasil Panen Petani Sigi
Program cetak sawah baru Sigi ini sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah yakni terbukanya lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan adanya lahan pertanian yang lebih luas dan terkelola dengan baik, diharapkan pendapatan petani dapat meningkat secara signifikan. Inisiatif ini menjadi harapan baru bagi sektor pertanian di Sigi.
Rizal Intjenae optimis bahwa penerapan sistem pertanian organik di masa depan dapat meningkatkan produktivitas lahan secara drastis. Ia memperkirakan bahwa satu hektare lahan bisa menghasilkan antara 6 hingga 7 ton padi saat panen. Potensi hasil panen yang tinggi ini akan memberikan dorongan ekonomi yang kuat bagi masyarakat petani di Kabupaten Sigi.
Peningkatan hasil panen tidak hanya akan berdampak pada ekonomi lokal tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Melalui program cetak sawah baru ini, Sigi bertekad menjadi salah satu lumbung padi yang penting di Sulawesi Tengah. Dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi fundamental untuk mewujudkan target tersebut.
Penguatan Kelembagaan dan Efisiensi Kerja Petani
Bupati Sigi menekankan pentingnya penguatan kelembagaan kelompok tani agar pola kerja tidak lagi bersifat perorangan, melainkan berbasis kelompok. Pendekatan kelompok ini diyakini akan memaksimalkan hasil yang diperoleh dan menciptakan sinergi antarpetani dalam program cetak sawah baru Sigi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan.
Selain itu, Rizal Intjenae juga mendorong para petani untuk mengubah pola pikir dan kebiasaan kerja agar lebih efisien. Ia menyarankan agar petani memanfaatkan waktu secara lebih efisien, seperti memulai aktivitas di sawah sejak pagi hari setelah salat subuh, kembali ke rumah saat matahari mulai tinggi, dan melanjutkan kembali ke sawah pada sore hari hingga sebelum petang. Pemanfaatan waktu secara optimal ini diharapkan meningkatkan produktivitas harian.
Perubahan pola kerja dan penguatan kelembagaan ini merupakan bagian dari upaya holistik untuk modernisasi pertanian di Sigi. Dengan manajemen yang lebih baik dan kerja sama yang erat, petani diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan dan mencapai hasil panen yang lebih konsisten serta melimpah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan pertanian Sigi.
Data Luas Lahan Pertanian di Kabupaten Sigi
Kabupaten Sigi memiliki potensi lahan pertanian yang signifikan, dengan luas baku sawah (LBS) mencapai 15.280 hektare hingga Desember 2024. Penambahan 1.200 hektare cetak sawah baru pada tahun 2025 akan semakin memperluas kapasitas produksi pertanian daerah ini. Data ini menunjukkan komitmen Sigi dalam mengembangkan sektor pertaniannya.
Alokasi cetak sawah baru tersebar merata di beberapa kecamatan, dengan Lindu menjadi wilayah dengan alokasi terbesar, yaitu 900 hektare. Kecamatan lainnya seperti Dolo, Dolo Selatan, Sigi Kota, dan Marawola juga mendapatkan bagian yang signifikan dari program cetak sawah baru. Distribusi ini bertujuan untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan produktivitas di seluruh wilayah Sigi.
Program ini bukan hanya tentang penambahan lahan, tetapi juga tentang optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang ada. Dengan dukungan irigasi yang memadai dari saluran Gumbasa dan penerapan praktik pertanian yang baik, Sigi berambisi untuk mencapai swasembada pangan dan menjadi contoh keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia.
Sumber: AntaraNews