Pemkab Pasaman Barat Jamin Ketersediaan Pangan Jelang Idul Adha 2026
Pemkab Pasaman Barat pastikan stok pangan melimpah jelang Idul Adha 1447 H. Ketersediaan Pangan Pasaman Barat didukung panen lokal dan pasokan luar, menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga stabil.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah mengumumkan bahwa ketersediaan bahan pangan di wilayahnya sangat mencukupi menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Hari raya kurban yang jatuh pada akhir Mei 2026 ini dipastikan tidak akan mengalami kendala pasokan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pasaman Barat, Ekadiana Oktavia, menyatakan bahwa hasil pantauan petugas di lapangan menunjukkan stok pangan berlimpah. Harga komoditas pangan juga bervariasi, namun secara keseluruhan stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Kecukupan pasokan ini didorong oleh musim panen yang sedang berlangsung di berbagai wilayah Pasaman Barat. Selain itu, adanya dukungan pasokan pangan dari luar daerah turut memperkuat stok yang ada.
Stok Komoditas Pangan Melimpah di Pasaman Barat
Data terbaru dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pasaman Barat menunjukkan angka ketersediaan pangan yang signifikan untuk berbagai komoditas pokok. Ketersediaan beras mencapai 1.380,56 ton, jauh melampaui kebutuhan mingguan sebesar 846 ton.
Untuk jagung, stok yang tersedia adalah 2.264 ton, sementara kebutuhan hanya sekitar 2,35 ton per pekan. Cabai rawit juga menunjukkan surplus dengan 88,50 ton tersedia, padahal kebutuhan per pekan hanya 25,50 ton.
Komoditas lain seperti cabai besar tersedia 106,50 ton dengan kebutuhan 45,96 ton, bawang putih 19,75 ton untuk kebutuhan 10,16 ton, dan bawang merah 47 ton untuk kebutuhan 34,80 ton. Daging sapi tersedia 25,69 ton untuk kebutuhan 1,10 ton.
Daging ayam juga melimpah dengan 136,39 ton tersedia, sementara kebutuhan 59,18 ton. Gula pasir mencapai 93,26 ton untuk kebutuhan 50,82 ton, dan minyak goreng 155,60 ton untuk kebutuhan 88,77 ton.
Strategi Pemkab Pasaman Barat Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan
Selain mengandalkan produk pangan lokal, ketersediaan pangan di Pasaman Barat juga didukung oleh pasokan dari kabupaten lain di Sumatera Barat. Beberapa daerah seperti Medan, Sumatera Utara, turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Pemerintah daerah secara rutin melakukan pemantauan ketersediaan bahan pangan setiap pekan untuk memastikan stabilitas pasokan. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan atau lonjakan harga yang tidak diinginkan.
Sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan juga aktif menyelenggarakan gerakan pangan murah di tingkat nagari atau desa. Gerakan ini menawarkan pangan subsidi dan non-subsidi dengan harga yang lebih terjangkau.
Pangan non-subsidi yang tersedia meliputi beras dan minyak goreng, sedangkan pangan subsidi mencakup beras, cabai, bawang, telur, dan gula pasir. Kerja sama dengan Bulog untuk beras dan pembelian langsung dari petani untuk komoditas lain memungkinkan harga yang lebih murah.
Gerakan Pangan Murah dan Kerjasama Antar Daerah
Hingga awal Mei 2026, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pasaman Barat telah sukses melaksanakan 38 kali gerakan pangan murah. Rinciannya adalah 30 kali untuk pangan non-subsidi dan 8 kali untuk pangan subsidi, menunjukkan komitmen pemerintah.
Rencananya, akan ada 44 kali lagi gerakan pangan murah yang akan dilaksanakan di berbagai lokasi di Pasaman Barat. Inisiatif ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama menjelang hari raya Idul Adha.
Pemerintah daerah juga memperkuat kerja sama dengan daerah produsen pangan lainnya, seperti Kabupaten Solok. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjamin pasokan cabai dan bawang merah, dua komoditas penting yang sering mengalami fluktuasi harga.
Sumber: AntaraNews