Pemilu Usai, IHSG Diprediksi Naik ke Level 6.8000 Hingga Akhir Tahun
Kepala Riset Bahana Sekuritas Lucky Ariesandi mengatakan, prospek pasar saham Indonesia masih cukup menjanjikan sepanjang tahun ini, meski selama kuartal I dan dalam beberapa hari terakhir mengalami tekanan akibat aksi demo, namun koreksi diperkirakan hanya bersifat sementara.
PT Bahana Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sampai dengan akhir tahun berada di level 6.600-6.800. Optimisme ini sejalan dengan proyeksi perseroan atas pendapatan korporasi yang diperkirakan akan tumbuh sekitar 13 persen pada tahun ini.
"Di sisa tahun ini, kami perkirakan akan lebih banyak korporasi yang mencari pendanaan baik dengan menerbitkan saham maupun obligasi untuk menopang ekspansi usaha,” tutur Direktur Utama Bahana Sekuritas Feb Sumandar di Jakarta, Kamis (23/5).
"Kami sangat berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa menjaga keadaan tetap kondusif dan aman bagi semua pemain di pasar modal melalui regulasi yang adil bagi semua pihak," tambah dia.
Sementara itu, Kepala Riset Bahana Sekuritas Lucky Ariesandi mengatakan, prospek pasar saham Indonesia masih cukup menjanjikan sepanjang tahun ini, meski selama kuartal I dan dalam beberapa hari terakhir mengalami tekanan akibat aksi demo, namun koreksi diperkirakan hanya bersifat sementara.
Bahana memperkirakan hingga akhir tahun akan ada potensi penerbitan bonds lebih dari Rp 20 triliun, penerbitan medium term notes diperkirakan mencapai Rp 7 triliun, 4 korporasi berencana menjual saham perdana serta rencana untuk aksi merger dan akuisisi (M&A) masih akan berlanjut.
"Pendapatan korporasi bisa saja terkoreksi kekisaran 10-11 persen, pada tahun ini, bila perang dagang yang juga mempengaruhi kinerja perusahaan di sektor komoditas dan tekstil,” kata dia.
Sebagai informasi saja, selama empat bulan pertama tahun ini, beberapa indikator perekonomian belum memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan.
Selama kuartal pertama, perekonomian tumbuh hampir sama dengan periode yang sama tahun lalu, neraca perdagangan hingga akhir April kembali mencatat defisit.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Perdagangan Indonesia Anjlok Usai Aksi 22 Mei
Aksi 22 Mei, Menko Darmin Pastikan Ekonomi Aman
Ada Aksi 22 Mei, IHSG dan Rupiah Kompak Dibuka Melemah
IHSG Menguat Merespon Hasil Rekapitulasi Pemilu 2019
4 Dampak Hasil Rekapitulasi Pemilu 2019 ke Ekonomi RI
Peneliti: Anggota BPN Ditahan Polisi, Investor Nilai Politik RI Berisiko