Pemerintah Prabowo Bentuk Satgas Khusus Tangani Dugaan Udang Ekspor Tercemar Radiasi
Bahkan, rapat koordinasi tingkat menteri telah dilakukan dua kali untuk membahas persoalan ini.
Pemerintah Indonesia bergerak cepat merespons isu dugaan pencemaran radionuklida cesium-137 (CS-137) pada produk udang beku yang diekspor ke Amerika Serikat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyatakan, rapat koordinasi tingkat menteri telah dilakukan dua kali untuk membahas persoalan ini. Hasilnya, pemerintah resmi membentuk satuan tugas (satgas) khusus bersama instansi terkait.
Menurut Zulkifli, satgas ini akan bekerja melakukan investigasi menyeluruh terkait persoalan dugaan pencemaran pada ekspor udang beku dari Cikande, Banten.
"Kami baru selesai dan sudah dibentuk Satgas untuk penanganan ini dari Menko Pangan dan instansi terkait Ini sudah rapat yang kedua kali. Pemerintah kita menaruh perhatian penuh atas persoalan dugaan pencemaran pada ekspor udang beku dari Cikande, Banten," kata Zulkifli Hasan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri perihal Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida CS-137, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (12/9).
Pembentukan satgas ini dinilai penting karena isu pencemaran radiasi tidak hanya berdampak pada perdagangan internasional, tetapi juga menyangkut kepercayaan negara tujuan ekspor terhadap keamanan pangan Indonesia.
"Kita pemerintah telah melakukan investigasi secara hati-hati dengan pendekatan ilmiah sesuai standar internasional dan keamanan pangan pangan tetap menjadi prioritas pangan, keamanan pangan menjadi prioritas utama kita,” ujarnya.
Dengan adanya satgas, pemerintah berharap langkah penanganan menjadi lebih terintegrasi dan cepat. Hal ini juga untuk menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menjaga kualitas produk ekspornya di pasar global.
"Jadi, negara-negara tujuan espor tidak usah khawatir keamanan pangan menjadi prioritas utama kita," ujarnya.
Industri Udang Jadi Prioritas Perlindungan
Pria yang akrab disapa Zulhas ini menegaskan, industri udang merupakan aset strategis nasional yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja. Sektor ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa negara melalui ekspor.
Oleh karena itu, pemerintah menempatkan perlindungan terhadap nelayan, pekerja, dan pelaku usaha sebagai prioritas utama.
"Sebagaimana diketahui Industri udang adalah aset kebanggaan nasional kita yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja berkontribusi besar terhadap ekspor Indonesia, tentu pemerintah sangat berkomitmen melindungi nelayan, pekerja, dan pelaku usaha terhadap dampak isu ini," ujarnya.
Pengawasan Diperketat
Dalam rapat koordinasi, pemerintah juga memutuskan untuk segera melokalisasi dan menutup sumber dugaan pencemaran CS-137 di kawasan industri Cikande, Banten.
Perusahaan yang terindikasi, yakni PT PNT akan menjadi fokus utama penanganan. Setelah data dan informasi terkumpul, proses dekontaminasi di wilayah terdampak akan segera dilakukan.
"Kami sudah rapat melokalisir dan menutup sumber dugaan sumber pencemaran telag dikumpulkan data, informasi mengenai sumber CS 137 Di kawasan industri Cikande itu. Utamanya yaitu PT PNT sudah dilokalisir dan segera dilakukan dekontaminasi wilayah terdampak segera, setelah ini akan dilakukan dekontaminasi," pungkasnya.