Pemerintah pasang panel surya di 2.000 desa yang belum terlistriki
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, ada sekitar 2.519 desa yang belum teraliri listrik. Namun, satu per satu desa tersebut mulai dipasang menggunakan independent home solar system (panel surya).
Pemerintah terus berusaha meningkatkan aliran listrik ke desa-desa, sesuai dengan program Nawa Cita Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, ada sekitar 2.519 desa yang belum teraliri listrik. Namun, satu per satu desa tersebut mulai dipasang menggunakan independent home solar system (panel surya).
"Jadi, kira-kira 2.519 desa masih tidak ada listrik. Sekarang sudah mulai dipasang satu-satu menggunakan independent home solar system," kata Jonan, saat membuka acara peresmian dan seminar pertambangan dan energi Expo 2017, di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (26/9).
Dia menuturkan, pemasangan independent home solar system atau panel surya tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), sehingga masyarakat tidak perlu membayar setiap pemakaiannya.
"(Home solar system) Ini bisa dipakai untuk empat lampu, dan bisa untuk colokan HP," sebutnya.
Lebih lanjut, dari total desa yang belum teraliri itu, terdapat 10.000 desa lainnya yang listriknya kurang. Oleh karena itu, Kementerian ESDM menugaskan PLN untuk melengkapi jaringan rendah tersebut.
Dia menargetkan, elektrifikasi listrik bisa mencapai 99 persen di tahun 2019.
"Misalnya di Pulau Rupat yang berbatasan dengan Malaysia, dari 5 dusun yang tidak ada listriknya 3,5 dusun. Nanti akan dilengkapi," jelas Jonan.
Baca juga:
ESDM sebut potensi energi arus laut Indonesia terbesar di dunia
Masih gunakan energi primer, emisi CO2 Indonesia meningkat dua kali lipat
Jonan sebut mobil listrik akan bantu ketahanan energi nasional
Menteri Jonan banggakan 10 bulan menjabat berhasil wujudkan 700 MW energi terbarukan
Meski butuh, Menteri Jonan pastikan tarif listrik energi baru terbarukan harus murah
Temui Menko Luhut, Kadin meminta perbaikan tarif energi baru terbarukan
Sulap limbah jadi energi, RI belajar dari Finlandia, Denmark hingga Swedia