Pemerintah mau buat kapal pembangkit batu bara agar listrik murah
Kapal ini nantinya akan dibangun bersama perusahaan asal Turki melalui skema joint venture.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan pemerintah berencana membuat kapal pembangkit listrik batu bara. Kapal ini nantinya akan dibangun bersama perusahaan asal Turki melalui skema joint venture atau usaha patungan.
Menteri Rini mengungkapkan penggunaan batu bara lebih efisien dari sisi harga. Imbasnya, masyarakat terpencil menjadi tak terbebani soal dana untuk dapat merasakan listrik.
"Kalau sekarang pakai gas atau Heavy Fuel Oil (HFO), maka nanti bersama-sama akan mengembangkan untuk memakai batu bara juga. Kita melihatnya dengan batu bara akan lebih murah," kata Menteri Rini di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (8/12).
Dia menambahkan, nantinya batu bara tersebut akan memberikan pasokan listrik sekitar 40-60 MW. Namun, rencana ini masih dalam kalkulasi, sehingga belum diketahui harga dari listrik batu bara nantinya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir menjelaskan pengoperasian powership berbahan bakar Heavy Fuel Oil (HFO) dan gas ini bisa menghemat pengeluaran PLN sebesar Rp 350 miliar per tahun.
"Kita kan sewanya sebesar Rp 1850 per kilowatt-hour (KwH). Jadi di Amurang yang mengalami defisit 50-60 MW itu bisa menghemat Rp 350 miliar per tahun," jelas Sofyan.
Seperti yang diketahui, powership akan mensuplai listrik bervoltase tinggi dengan harga yang terjangkau. Di awal, pembangkit listriknya akan menggunakan minyak bakar (HFO), namun bisa juga dikonversi untuk mengonsumsi gas.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berencana untuk memperbanyak kapal pembangkit listrik (Marine Vessel Power Plant) di Indonesia. Untuk itu, Indonesia akan bekerjasama dengan perusahaan listrik asal Turki, Karpowership dalam membangun pabrik powership di Indonesia.
"Dua minggu lalu saya sudah ketemu Presiden Erdogan dan tadi saya sudah bertemu dengan pemilik, saya sampaikan setelah lima ini berikutnya harus dibangun di Indonesia. Karena tujuan kami kapal seperti ini akan banyak sekali," kata Jokowi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dia menambahkan, kerjasama atau joint venture ini nantinya akan dilakukan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau perusahaan swasta di Indonesia. Petinggi Karpowership, kata dia, juga sudah komitmen untuk membangun kapal dan pabrik di Indonesia.
Baca juga:
Kemegahan kapal pembangkit listrik yang dikirim Jokowi ke Sulut
Jokowi minta Turki bangun kapal pembangkit listrik di Indonesia
Pasok setrum di Sulut, Jokowi kirim kapal pembangkit listrik
PLN operasikan 4 kapal pembangkit pasok listrik Indonesia Timur
Sewatama incar bisnis PLTD Timur Tengah
Jokowi minta pembangkit listrik & kilang minyak harus selesai 2019
PLTA beroperasi, PLN pastikan pasokan listrik Jayapura aman