Jokowi minta Turki bangun kapal pembangkit listrik di Indonesia
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo berencana untuk memperbanyak kapal pembangkit listrik (Marine Vessel Power Plant) di Indonesia. Untuk itu, Indonesia akan bekerjasama dengan perusahaan listrik asal Turki, Karpowership dalam membangun pabrik powership di Indonesia.
"Dua minggu lalu saya sudah ketemu Presiden Erdogan dan tadi saya sudah bertemu dengan pemilik, saya sampaikan setelah lima ini berikutnya harus dibangun di Indonesia. Karena tujuan kami kapal seperti ini akan banyak sekali," kata Jokowi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (8/12).
Dia menambahkan, kerjasama atau joint venture ini nantinya akan dilakukan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau perusahaan swasta di Indonesia. Petinggi Karpowership, kata dia, juga sudah komitmen untuk membangun kapal dan pabrik di Indonesia.
Sementara itu, Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan proyek powership antara Indonesia dengan Turki ini sudah dilakukan pada kuartal I-2015. Sehingga, pemerintah berencana untuk meneruskan proyek ini dalam kerjasama membangun powership di Indonesia.
"Kami sudah bicara kalau kami ingin mengadakan joint venture dengan BUMN dan mereka bersedia. Dan juga sudah bicara kalau mau bikin disini kami akan eksport," kata Rini.
Seperti yang diketahui, PLN menyewa sebanyak lima Marine Vessel Power Plant buatan tahun 2014 dari Turki selama jangka waktu lima tahun. Dalam perjanjian tersebut, Karpowership akan menyediakan 540 Megawatt (MW) yang akan didistribusikan ke lima wilayah yang berbeda-beda.
Lima wilayah tersebut, yakni Amurang sebesar 120 MW, Sumatera Bagian Utara sebesar 240 MW, Kupang sebesar 60 MW, Ambon sebesar 60 MW, dan Lombok sebesar 60 MW.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya