LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemerintah galau DPR belum setuju pertumbuhan ekonomi 5,1 persen

Dalam rapat kerja, pemerintah dan Badan Anggaran DPR masih tarik menarik soal angka pertumbuhan ekonomi.

2016-06-09 16:34:05
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mempertanyakan konsistensi pemerintah mengenai asumsi makro, salah satunya pertumbuhan ekonomi nasional dalam Rancangan APBN-P 2016 yang semula dari 5,3 persen menjadi 5,1 persen. Kemudian, berubah menjadi 5,2 persen dalam Rapat Kerja Panja A RAPBN-P 2016 berlangsung antara pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah mengikuti keputusan hasil rapat dengan Komisi XI DPR RI yang menetapkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,1 persen.

"Pada intinya kami mengikuti apa yang jadi keputusan DPR. Kami sepakat untuk asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen. Angka itu yang kami perjuangkan di Banggar," ujar Bambang di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (9/6).

Advertisement

Dia menilai, Komisi XI DPR RI dan Banggar harus ada komunikasi internal agar tidak ada perbedaan asumsi seperti ini. Sebab, dari pemerintah sendiri hanya mengikuti sesuai dengan keputusan DPR.

Meski begitu, Bambang belum bisa memutuskan asumsi mana yang akan dipakai dalam APBN Perubahan 2016 nanti. Menurut dia, hal tersebut akan bisa diketahui jika RAPBN-P 2016 sudah disetujui.

"Dari kami (pemerintah) akan mengupayakan agar asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen itu kredibel. Tapi kalau Banggar memutuskan 5,2 persen yang terbaik, maka kita akan adakan pertemuan untuk memastikan asumsi mana yang dipakai," kata dia.

Advertisement

Pemerintah dan DPR telah menyepakati perubahan beberapa asumsi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Perubahan 2016, salah satunya adalah rasio pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dipangkas dari 5,3 persen menjadi 5,1 persen.

Selain pertumbuhan ekonomi, rapat dengan pemerintah juga mengubah asumsi inflasi dari 4,7 persen dalam APBN 2016 menjadi 4 persen dalam asumsi RAPBN-P 2016. Nilai tukar Rupiah juga direvisi kebawah dari semula Rp 13.900 per USD dalam APBN 2016, menjadi Rp 13.500 per USD dalam asumsi RAPBN-P 2016. Sedangkan suku bunga SPN 3 bulan dinyatakan tetap yakni sebesar 5,5 persen.

Namun, Rapat Kerja Panja A Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016 pada Rabu (8/6), memutuskan asumsi dasar makro ekonomi Indonesia, khususnya pertumbuhan ekonomi berubah dari 5,1 persen menjadi 5,2 persen.

Baca juga:
Rupiah ditutup melemah tipis di Rp 13.287 per USD
LPS klaim kinerja perbankan tumbuh positif
Enam proyek prioritas Jokowi dapat jaminan
2023, Pertamina targetkan Indonesia swasembada BBM
Pemerintah diminta jangan pukul rata menyusun anggaran
Temui JK, Sudirman Said lapor soal listrik, Solar hingga kilang

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.