Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Temui JK, Sudirman Said lapor soal listrik, Solar hingga kilang

Temui JK, Sudirman Said lapor soal listrik, Solar hingga kilang Sudirman Said. ©2015 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menemui Wakil Presiden di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (9/6). Sudirman melaporkan banyak hal, mulai dari kelistrikan hingga pembangunan kilang sebagai kelanjutan dari pertemuan dirinya dengan Komisi VII DPR, kemarin (8/6).

"Pertama saya sampaikan bahwa kemarin sudah dipaparkan asumsi-asumsi makro (APBN-P 2016) yang diusulkan, baik soal asumsi baru produksi (lifting), dan harga Indonesia Crude Price (ICP)," bebernya.

Sudirman mengakui, target lifting minyak memang tidak mencapai target, akan tetapi deviasinya hanya mencapai 2,5 persen. Hal inilah yang melatarbelakangi pemerintah mengajukan lifting minyak nasional sebesar 810 ribu barel per hari (bph) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016.

Adapun persoalan harga ICP, pemerintah akan mengusulkan di angka USD 40 per barel. Menurut Sudirman, angka ini mengalami kenaikan dibanding APBN 2016. Sudirman pede harga minyak akan naik karena pasokan global sudah mulai terkontrol.

"Kenaikannya dipicu oleh stok mulai normal, dulu kan stoknya sangat banjir karena ada Iran yang dilepas embargonya segala macam. Sekarang sudah mulai normal jadi harga mulai membaik," jelasnya.

Poin kedua, Sudirman melaporkan terkait subsidi solar. Pemerintah semula mengusulkan agar subsidi bisa digeser ke sektor produktif, namun hal ini ditanggapi negatif oleh pemakai.

"Ini orang berspekulasi seolah-olah subsidi solar digeser ada kenaikan harga dalam waktu dekat. Tapi hitung-hitungannya tidak perlu ada kenaikan harga karena nomor satu masih punya simpanan yang oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai temuan itu," terangnya.

Ketiga, mengenai subsidi listrik. Dulu, kata Sudirman, pemerintah pernah memutuskan menunggu dan menunda pergeseran dengan pengguna subsidi listrik 900 Volt Ampere (VA). Mengenai hal ini, sudah ada verifikasi bahwa pengguna subsidi listrik 900 VA tidak masuk kategori miskin.

"Verifikasi selesai, sudah kita laporkan dan kita tunggu rapat terbatas (ratas) karena dulu putusnya lewat ratas. Kalau pun mau dilakukan lewat ratas nanti," kata dia.

Poin keempat, Sudirman melapor mengenai persiapan groundbreaking, sarana penunjang untuk revitalisasi kilang di Balikpapan. Diperkirakan pada minggu ini groundbreaking akan berjalan.

"Kemudian saya laporkan perkembangan di Cilacap mulai genering, konstruksinya mungkin bisa kita mulai tahun depan. Jadi beberapa peningkatan kapasitas kilang mulai dilakukan mudah-mudahan Tuban juga segera bisa dilakukan," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP