LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemerintah diminta batalkan kajian asing soal Pelabuhan Cilamaya

"Perlu ada peran pemerintah yang dominan."

2015-03-28 11:33:52
Pelabuhan Cilamaya
Advertisement

Pemerintah diminta untuk tidak lagi mengandalkan hasil kajian proyek Pelabuhan Cilamaya, Karawang, dibuat oleh institusi asing. Ini demi menekan kontroversi proyek digadang-gadang menjadi penyangga Pelabuhan Tanjung Priok tersebut.

Awalnya, Pelabuhan Cilamaya direkomendasikan sebagai peyangga Tanjung Priok berdasarkan hasil studi Japan International Cooperation Agency (JICA) pada 2013.

Kajian itu kemudian dilanjutkan oleh konsultan independen--Booz & Co, Mott McDonald dan DNV-GL--disinyalir dibiayai JICA. Ini lantaran kajian terdahulu berpotensi menghambat eksplorasi blok migas milik PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Advertisement

Konsultan independen itu merekomendasikan pembangunan pelabuhan digeser sekitar 3 kilometer ke barat dari lokasi semula. Itu dinilai tak akan mengganggu eksplorasi ladang migas lepas pantai diperkirakan masih berlangsung hingga 30 tahun mendatang.

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (Iress) Marwan Batubara menyarankan agar Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengambil alih kajian pembangunan Pelabuhan Cilamaya.

"Untuk pindah ini perlu ada peran pemerintah yang dominan, perlu ada peran pemerintah yang dominan, tidak hanya menyerahkan ke JICA. Karena kepentingannya hanya bisnis Jepang dan industri otomotif produk Jepang yang membonceng disana," ujarnya di Jakarta, Sabtu (28/3).

Advertisement

Selain itu, dia melihat koordinasi antarlembaga pemerintah dalam merancang proyek tersebut tak optimal.

"Kalau itu (koordinasi) sudah dilakukan tidak akan ada bicara safety. Harus review, batalkan itu dilakukan oleh JICA Gunakan Bappenas untuk leader koordinasi semua pihak," ungkapnya.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan proyek Cilamaya membahayakan. Sebab, alur pelayaran yang direncanakan berdekatan dengan wilayah kerja migas.

"Di industri migas paling penting adalah safety," katanya dalam kesempatan sama. "Yang dilewati ini tidak hanya pipa ada 250 platform. Kalau pelabuhan ini dibangun, disini betul-betul kajian risikonya harus dilakukan dengan teliti."

Baca juga:
ESDM: Pelabuhan Cilamaya bikin Jakarta gelap gulita
Alotnya proyek Pelabuhan Cilamaya bukti lemahnya koordinasi
Pembangunan Pelabuhan Cilamaya bisa bikin listrik Jakarta terganggu
Pertamina tetap tolak meski lokasi Pelabuhan Cilamaya digeser 2,9 Km
Pemerintah yakin Pelabuhan Cilamaya takkan ganggu pengolahan migas

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.