Pemerintah dan pengusaha duduk bareng bahas pertanian dalam negeri
Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Indonesia bekerja sama dengan PISAgro dan IBCSD (Indonesia Bussines Council for Sustainable Development) menyelenggarakan Responsible Bussines Forum (RBF) On Food and Agriculture.
Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Indonesia bekerja sama dengan PISAgro dan IBCSD (Indonesia Bussines Council for Sustainable Development) menyelenggarakan Responsible Bussines Forum (RBF) On Food and Agriculture.
President IBCSD, Shinta Kamdani mengungkapkan acara ini diselenggarakan sebagai forum diskusi antara semua pihak yang berkecimpung di bidang pertanian.
"Kita kumpulkan stakeholder bisnis dan pemerintahan, juga akademisi. Untuk sama-sama membicarakan isu mengenai responsible bisnis, salah satunya itu adalah sustainable production," ungkapnya di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (27/3).
"Intinya bagaimana kita bisa memproduksi dan konsumsi food agriculture yang sustainable. Kita bicarakan mengenai tidak hanya dari aspek ekonominya tapi juga dari aspek sosial," imbuhnya.
Acara ini pun, bertujuan untuk mempertemukan dan membangun sinergi antara Pemerintah, Pengusaha, maupun akademisi agar pembangunan di sektor pertanian menjadi lebih optimal.
"Pembanguan berkelanjutan itu kan bukan suatu aspek yang bisa dilakukan satu pihak. Makanya ini stakeholder siapa aja sih? termasuk dari bisnis, Pemerintah, komunitas, jadi dr semua kepentingan masyarakat," jelasnya.
Selain stakeholder dalam negeri, Forum ini pun melibatkan pihak luar negeri yang juga berkepentingan dalam sektor pertanian. "Banyak interest dari pengusaha-pengusaha luar yang juga merasa Indonesia salah satu pusatnya kalau mau bicara pertanian," tandas dia.
Baca juga:
Di hadapan pengusaha dan akademisi, Menko Darmin beberkan masalah sektor pertanian
Mendag Enggar: 95 persen bawang putih kita impor
Jaga wibawa Indonesia alasan pemerintah fokus bangun daerah perbatasan
Pemerintah diminta beri harga gabah yang kompetitif kepada petani
BPS manfaatkan teknologi terbaru BPPT tingkatkan akurasi data produksi beras