Pemerintah diminta beri harga gabah yang kompetitif kepada petani
Merdeka.com - Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam berbagai program, seperti penyuluhan, pembangunan infrastruktur, percetakan sawah, distribusi alat mesin pertanian, sampai penyerapan produksi.
Ketua Umum Gerakan Petani Nusantara (GPN), Hermanu Triwidodo menilai, kerja sama Kementan dengan TNI sebaiknya lebih mengarah pada perbaikan harga gabah yang lebih kompetitif agar petani bersedia menjual gabahnya ke Perum Bulog.
"Kasus terjadi di Tulungagung, Klaten. Pada prinsipnya begini itu menyakitkan hati petani. Sangat kontraproduktif terhadap Nawacita. Inisiatif karena tidak ada SOP yang jelas yang diturunkan oleh tentara ke bawah. Jadi terjemahan macam-macam," ungkapnya dalam diskusi, di Jakarta, Selasa (20/3).
Dia menambahkan, jika harga gabah yang ditetapkan lebih rendah dari yang ada di pengusaha atau harga pasar, maka otomatis petani akan lebih memilih untuk menjual gabah kepada pengusaha dibandingkan ke Perum Bulog.
Untuk diketahui, berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 tahun 2015, harga untuk GKP (Gabah Kering Panen) sebesar Rp 3.700 perkilogram.
"Yang lemah policy tool-nya, perangkat pengambilan keputusannya. Kalau membeli itu tidak pakai senjata. Tapi perang harga. Bulog kan tidak dikasih senjata yang cukup untuk perang harga," imbuhnya.
"Jadi, kalau (petani) tidak mau jual jangan ditodong suruh jual. Kalau mampu kita harus kasih harga tinggi," tegas dia.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya