Pemerintah: Chevron sampai sekarang belum ada PHK, cuma pensiun dini
Pilihan pensiun dini masih diberikan hingga akhir Februari 2016.
Pemerintah Jokowi-JK membenarkan akan terjadi pengurangan pegawai di perusahaan multinasional yang bergerak di sektor energi, PT Chevron Pacific Indonesia. Langkah ini diambil karena harga minyak dunia yang terus mengalami penurunan.
Kasubdit Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) Ditjen Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan, Reyman Aruan mengatakan, efisiensi telah dilakukan perusahaan dengan memberikan skema pensiun dini.
"Chevron sampai sekarang belum ada PHK, hanya baru ditawarkan siapa yang mau pensiun dini dan itu masih diberikan tenggat waktu sampai akhir Februari. Kita sudah kesana dan ikut bahas segala," ujarnya di Jakarta, Rabu (17/2) malam.
Meski telah memberikan opsi pensiun diri, perusahaan tersebut diperkirakan tidak akan bertahan lama di Indonesia. Di samping masih terjadi fluktuatif harga minyak dunia.
"Saya dapat info dari kawan di migas, dan perkiraan mereka kalaupun mungkin harga naik rangenya antara USD 40-USD 50 per barel dan engga mungkin lebih USD 50 per barel, karena masih ada pengganti minyak yang sekarang sedang di produksi dan akan bertahan sampai tahun 2021," jelas dia.
Apabila terjadi penutupan usahanya di Indonesia, pihaknya pun sudah melakukan koordinasi dengan kementerian terkait supaya tidak terjadi PHK.
"Kita memang sudah koordinasi dengan ESDM dan SKK Migas, kita monitor lah, kita kawal supaya program berjalan dengan baik tanpa ada paksaan orang pensiun dini atau mengundurkan diri," ungkapnya.
Baca juga:
Pemerintah ungkap kesalahan Ford hingga harus tutup di Indonesia
Sebanyak 1.564 orang di-PHK hingga 17 Februari, terbanyak di Jakarta
Pengusaha nilai semu pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015
Mitsubishi: Kami tidak PHK 200 karyawan, hanya program pensiun dini
KSPI: Dalam dua tahun, 17.680 pekerja kena PHK massal