KSPI: Dalam dua tahun, 17.680 pekerja kena PHK massal
Merdeka.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mencatat jumlah buruh yang terkena imbas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mencapai 17.680 pekerja. Hal itu jauh dengan data yang diumumkan pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan.
Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan data PHK yang dikeluarkan pemerintah hanya mencapai 1.317 pekerja. Data tersebut berbanding terbalik dengan data yang dimiliki KSPI. Data KSPI, kata dia, diperoleh dari posko-posko perusahaan mencapai puluhan ribu orang terkena PHK massal.
"Total itu yang tercatat KSPI mencapai 17.680 orang, itu dari karyawan yang di PHK sejak 2015 tapi baru diselesaikan pada akhir Januari 2016," ujar Said di Hotel Mega, Jakarta, Senin (15/3).
Said menegaskan PHK massal yang terjadi di beberapa perusahaan lantaran adanya penutupan pabrik, pemangkasan produksi dan program pensiun dini. Selain itu, kata dia, paket kebijakan ekonomi yang diterbitkan pemerintah tak efektif.
"Pemerintah ini salah kasih obat, orang sakit perut dikasihnya jantung, ya kolaps, paket kebijakan ekonomi gagal dijalankan," kata Said.
Said menambahkan KSPI memilik data perusahaan yang akan melakukan PHK massal dari periode 2014-2016. Berikut daftarnya:
1. Kategori Januari-Februari 2016 :
Toshiba : 865 orang
Panasonic Lighting : 480 orang
Samoin : 1.166 orang
Starling : 452 orang
Harley Benton : 200 orang
Sandoz : 200 orang
Novartis : 100 orang
Sanofi Aventis : 5 orang
Mitshubisi KRM : 200 orang
2. Kategori akhir 2015:
Philips Sidoarjo : 800 orang
Panasonic Pasuruan : 800 orang
Jabagarmindo : 4.700 orang
Ford Motor Indonesia : 200 orang
3. Kategori PHK Sepihak:
Sun Star : 271 orang
DMC TI : 255 orang
Oksuma : 186 orang
4. Kategori Kontrak Tak Diperpanjang:
Sekitar 5.000 orang
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya