LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemerintah Bisa Hemat Rp5,6 Triliun Lewat Jaringan Gas

Pemanfaatan gas bumi pada sektor industri maupun rumah tangga, jadi kunci untuk menjamin ketahanan energi.

Kamis, 12 Des 2024 14:39:00
berita update
Pekerja merawat jaringan pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jakarta, Rabu (21/9/2016). (Liputan6.com/Helmi Afandi) (@ 2023 merdeka.com)
Advertisement

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan 5,5 juta rumah sudah tersambung jaringan gas (jargas) pada tahun 2030. Dengan demikian, pemerintah bisa berhemat triliunan rupiah karena menekan impor LPG.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, pemanfaatan gas bumi pada sektor industri maupun rumah tangga, jadi kunci untuk menjamin ketahanan energi.

Yuliot melaporkan, hingga September 2024, telah terpasang jargas dengan biaya APBN sebanyak 703 ribu sambungan rumah. Sementara pemasangan jargas dengan ongkos non APBN telah menyentuh 400 ribu sambungan rumah.

"Target pengembangan jargas tahun 2030 sebanyak 5,5 juta sambungan rumah, yang diharapkan dapat turunkan impor LPG sebesar 550 KTPA (kilotonnes per annum), yang menghemat subsidi sekitar Rp5,6 triliun per tahun," ujarnya dalam Hilir Migas Conference & Expo 2024 di Jakarta, Kamis (12/12).

Advertisement

Untuk menunjang hal itu, pemerintah akan melakukan integrasi pipa gas di sepanjang Pulau Sumatera, termasuk integrasi Sumatera-Jawa.

"Hal ini dilakukan untuk menyalurkan potensi gas bumi dari Wilayah Kerja (WK) Agung dan Wilayah Kerja (WK) Andaman Aceh untuk dimanfaatkan di seluruh area pengembangan, untuk hilirisasi, baik di Jawa maupun di Sumatera," imbuh Yuliot.

Advertisement

Yuliot menerangkan, integrasi gas dari Sumatera ke Jawa ini dilakukan melalui investasi pembangunan pipa gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) di Pantura Jawa, serta Dumai-Sei Mangkei (Dusem) dari Riau ke Sumatera Utara.

Advertisement

"Manfaat dari pengembangan pipa gas bumi, antara lain mendukung harga gas lebih terjangkau, dengan toll fee lebih rendah untuk memenuhi kebutuhan gas untuk industri pembangkit listrik komersial rumah tangga, serta mendukung program jargas," tuturnya.

Berita Terbaru
  • Prabowo Gandeng Imperial College London untuk Perkuat Pendidikan, Bakal Bangun 10 Kampus Kedokteran di Indonesia
  • Tiga Aktor Intelektual Pembunuh Kepala Cabang Bank Ilham Pradipta Dituntut 15 Tahun Penjara
  • Satu Terdakwa Pembunuh Kepala Cabang Bank di Jaktim Dituntut 13 Tahun Penjara
  • Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak
  • Gugur saat Menolong, Bripda Nanda & Serda Rangga Selamatkan Anak yang Tenggelam di Pantai Nirun Lear Ngursoin
  • berita update
  • jaringan gas
  • jaringan gas bumi
  • pembangunan jaringan gas
Artikel ini ditulis oleh
Editor Yunita Amalia
M
Reporter Maulandy Rizki Bayu Kencana
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.