Pemerintah berencana jadikan KAI salah satu pemilik proyek LRT
Pemerintah berencana jadikan KAI salah satu pemilik proyek LRT. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan penunjukan PT KAI sebagai investor masih dalam proses. Sebab, saat ini pemerintah masih melakukan proses perhitungan skema pembiayaan. Keikutsertaan tersebut juga dapat mendatangkan untung besar bagi KAI.
Pemerintah berencana melibatkan PT Kereta Api Indonesia sebagai investor untuk mendanai pembangunan prasarana proyek kereta jenis Light Rail Transit (LRT) rute Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek). Keterlibatan KAI ini disebut dapat memaksimalkan eksistensi KAI.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan penunjukan PT KAI sebagai investor masih dalam proses. Sebab, saat ini pemerintah masih melakukan proses perhitungan terkait dengan skema pembiayaan.
"Belum diputuskan, masih dalam proses. Ini harus dihitung angka yang akurat supaya bagaimana, berapa, dan apanya itu ditetapkan secara pasti. Baru nanti dibuat suatu kontrak untuk siap saja itu, baik KAI atau siapa pun itu," ujar Menteri Budi di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (21/2).
Namun demikian, Menteri Budi berharap PT KAI dapat benar-benar berperan serta terlibat dalam proyek besar ini, agar mampu sejajar dengan perusahaan sejenis di negara lain, seperti Jepang. Tidak hanya itu, keikutsertaan tersebut juga dapat mendatangkan untung besar bagi KAI.
"Karena kalau kita melihat perusahaan kereta api yang ada di Jepang contohnya, itu perusahaannya untung dan memiliki margin yang baik. Oleh karenanya, saya pikir, apa yang kita lakukan ini harus juga memberikan kepada perusahaan dalam negeri untuk eksis dan ikut dalam proses-proses itu. Tapi ini kan belum final, kalau saya sih mendukung," ungkapnya.
Baca juga:
Kemenhub: Harga tiket LRT Sumsel tak boleh lebih dari Rp 5.000
Nilai kontrak LRT Sumsel disepakati Rp 10,9 triliun
Adhi Karya siapkan dana Rp 7 triliun bangun LRT
Skema pendanaan LRT harus diputuskan dalam 1 bulan
Kontrak LRT Jabodebek akhirnya ditandatangani
Malaysia belajar bangun LRT dari BUMN Indonesia
Menteri Sri Mulyani buka opsi proyek LRT dibiayai APBN