Pemerintah bakal tambah fasilitas pendidikan teknisi pesawat
"Kita akan kembangkan akademi komunitas tenaga kerja untuk MRO, agar Indonesia lebih berdaya saing."
Kementerian Perindustrian mendorong pengembangan Sumber Daya manusia (SDM) di bidang industri perawatan pesawat udara. Apalagi, selama ini industri dalam negeri masih mengalami keterbatasan pada sisi teknologi Repair, Maintenance and Overhaul (RMO).
Menteri Perindustrian, Saleh Husein mengungkapkan, Indonesia perlu lebih banyak lagi menyerap SDM yang terampil dalam perakitan serta perawatan pesawat udara.
"Ke depannya adalah bagaimana mengembangkan SDM-nya, untuk mengembangkan akademi komunitas tenaga kerja untuk MRO, agar Indonesia lebih berdaya saing," kata Saleh di Tangerang, Jumat (3/4).
Saleh melalui Kementerian Perindustrian akan menggandeng Garuda Indonesia, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) guna menyediakan fasilitas-fasilitas pendidikan khusus pendidikan RMO. Selain sertifikasi untuk teknisi dan keterampilan komponen pesawat.
"Jadi untuk tenaga kerja MRO, ada suatu kebijakan khusus untuk spesialisasi bagi yang ingin bekerja di MRO, tentu perlu sertifikasi misalnya dari Garuda, Kemenhub, atau Kemenristekdikti," tuturnya.
Baca juga:
Industri komponen pesawat Indonesia masih kalah jauh dari Singapura
Pilot Saudi tewas saat mendaratkan pesawat, penumpang panik
Dana Rp 350 miliar tak cukup bayar pesangon 1.400 karyawan Merpati
4 Teknologi keren ini segera lengkapi dunia penerbangan
Pegawai Merpati: BUMN lakukan kebohongan publik soal pesangon