4 Teknologi keren ini segera lengkapi dunia penerbangan
Merdeka.com - Dalam sebuah event yang memamerkan teknologi penerbangan, yakni Singapore Airshow, beberapa teknologi mampu membuat kita melihat dunia penerbangan dengan mata berbinar. Bahkan para ahli di industri tersebut sudah bisa memprediksi apa saja yang akan jadi inovasi selanjutnya di bidang tersebut.
Dilansir dari CNN (26/2), berikut beberapa teknologi keren yang dapat dipergunakan oleh dunia penerbangan di masa depan.
Komponen pesawat yang dicetak 3D

Perusahaan pesawat Airbus berkomitmen untuk menyelesaikan produksi pesawat dengan lebih cepat. Oleh karena itu, salah satu varian AIrbus yakni A350, menggunakan teknologi 3D printing.
Lebih dari 1000 komponen pesawat dari A350 dibuat dengan sistem 3D printing. Jumlah ini paling banyak dibandingkan pesawat komersial lain. Bahkan, tren ini akan semakin berkembang karena akan diikuti oleh berbagai produsen pesawat lain.
Dengan membuat komponen dengan sistem 3D printing, komponen lebih mudah dibuat karena mengurangi kerumitan bahan, serta menghemat biaya dan waktu. Tak lupa komponennya juga jauh lebih ringan dan aman.
Multi-tasking inflight entertainment

Jika Anda menikmati penerbangan dengan hanya sebuah layar di balik kursi, sesegera mungkin hal ini akan tergusur. Sistem hiburan di pesawat akan dikontrol oleh Avii, sebuah remote dengan navigasi intuitif berbasis internet. Nantinya alat tersebut akan bekerja seperti layar kedua, dan mampu juga melakukan browsing internet sementara kita tetap menikmati monitor utama. Smartphone pribadi pun bisa disinkronisasikan dengan alat ini.
Eye Control
![]()
Pendeteksi gerakan mata adalah hal baru yang akan segera diaplikasikan ke dunia hiburan dalam pesawat. Teknologi ini dikembangkan berdasarkan penumpang cabin first-class yang monitornya terlalu jauh dengan seat.
Teknologi ini mampu mengetahui bila kita sedang tidak melihat ke arah monitor. Misal kita sedang ke toilet ataupun sedang berbicara dengan flight attendant, film yang kita tonton akan pause dengan sendirinya. Ketika kita sudah melihat ke arah monitor kembali, film akan kembali jalan. TEknologi ini akan hadir dalam 5 hingga 7 tahun mendatang.
Pilot yang dilatih menggunakan Virtual Reality

Singapore Technology Engineering memberi solusi untuk sedikitnya peminat profesi pilot, dengan mengembangkan sebuah virtual reality khusus pembelajaran pilot.
Dengan memakai headset VR, para calon penerbang akan masuk ke lingkungan kokpit secara visual, dan dengan dibantu oleh operator dan kontroler berupa side stick, calon penerbang akan lebih siap menghadapi lingkungan penerbangan yang asli. Hal ini akan memotong banyak biaya dari simulasi penerbangan yang tentu tidak sedikit.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya