Pemerintah Bakal Rombak Kurikulum SMK
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, pemerintah akan merombak kurikulum pendidikan tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), agar para lulusannya bisa diserap dengan dunia industri. Menurutnya, sistem pendidikan SMK yang berjalan saat ini masih pas-pasan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, pemerintah akan merombak kurikulum pendidikan tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), agar para lulusannya bisa diserap dengan dunia industri. Menurutnya, sistem pendidikan SMK yang berjalan saat ini masih pas-pasan.
"Kita tahu sebagian besar SMK kita berjalan pas-pasan, kurikulum dibangun ada gurunya atau tidak," kata dia, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (21/3).
Dia mengatakan pembenahan tidak hanya diperlukan di tingkat pendidikan menengah saja, namun di tingkat pendidikan tinggi juga perlu dikembangkan program link and match. Program ini bertujuan untuk memadukan dan menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan yang ada di sektor industri.
"Selain kurikulum, tenaga pengajar atau instruktur untuk pendidikan dan pelatihan vokasi juga menjadi faktor yang menjadi perhatian," ungkapnya.
Darmin menjelaskan, pemerintah akan terus mendorong pengembangan industri konstruksi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur yang masih menjadi prioritas pembangunan.
Upaya tersebut dapat ditempuh lewat peningkatan kompetensi dan keandalan tenaga kerja sektor konstruksi maupun upaya mendorong penguasaan teknologi.
Baca juga:
Buktikan Kesetiakawanan Semut, 2 Siswi SMAN 1 Medan Dapat Hadiah Liburan ke Jerman
Wacana Penghapusan UN Dikritik JK, Sandiaga Tegaskan Pendidikan Belum Merata
Perluas Akses Pendidikan Bagi Warga Miskin untuk Kurangi Pengangguran
Kisah Inspiratif Fauzan, Penderita Lemah Otot Tetap Semangat Bersekolah
KPAI Tanggapi Sandiaga: Konsep UN Sekarang Sudah Berubah dari Sebelumnya