Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perluas Akses Pendidikan Bagi Warga Miskin untuk Kurangi Pengangguran

Perluas Akses Pendidikan Bagi Warga Miskin untuk Kurangi Pengangguran Saan Mustopa. ©2017 Merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Jawa Barat, Saan Mustopa mengatakan, akses untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas harus dibuka selebar-lebarnya bagi seluruh pelajar termasuk pelajar dari kalangan yang kurang mampu. Dengan pendidikan yang baik, pengangguran diharapkan dapat semakin berkurang.

"Pelajar miskin selayaknya diprioritaskan memperoleh program beasiswa untuk masuk ke perguruan tinggi negeri di berbagai wilayah di Indonesia," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (19/3).

Untuk menjawab permasalahan itu, Saan Mustopa yang menjadi caleg Jabar VII meliputi wilayah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Purwakarta ini membuat program bagi pelajar yang kurang mampu agar bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi yang berkualitas.

"Saya ingin bagaimana masyarakat miskin dan kurang mampu dalam biaya bisa mendapatkan asas pendidikan yang baik dan tinggi," tukasnya.

Saan mengungkapkan, program yang dilakukan dia melalui Saan Mustopa Center itu telah mengantarkan ratusan pelajar mendapatkan gelar sarjana dari berbagai universitas. "Ada juga yang baru masuk kuliah," ujarnya.

Semua ini dilakukan sebagai rasa tanggung jawab dan pengabdian diri kepada masyarakat Jawa Barat untuk memajukan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas di wilayah Jawa Barat.

"Ini program pribadi saya di Saan Mustopa Center. Program ini juga sebagai bentuk pengabdian dan bantuan dari saya untuk warga Jabar. Saya mencoba dengan apa yang saya miliki dengan cara memberikan kesempatan bagi orang tua yang secara ekonominya lemah bisa memasukkan anaknya ke perguruan tinggi negeri," imbuhnya.

Selain beasiswa, Saan juga sering melakukan pelatihan-pelatihan pendidikan dan kepemimpinan kepada anak muda dan pelajar untuk mengembangkan diri.

Seperti diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan program pendidikan adalah fokus pemerintah. Dipaparkan, dari tahun 2017 sampai sekarang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sudah direvitalisasi mencapai lebih dari 2.000 sekolah.

"Sekarang ini sudah sekitar 2.000an dari SMK yang mengalami revitalisasi secara nasional," kata Muhadjir di Cirebon, Senin.

Dia mengatakan hasil dari revitalisasi SMK itu bisa diketahui hasilnya antara empat sampai lima tahun ke depan, karena program revitalisasi baru dijalankan pada awal tahun 2017. "Paling tidak empat lima tahun ke depan baru bisa dilihat hasilnya, karena revitalisasi SMK itu program pemerintah sekarang ini, baru dimulai tahun 2017 akhir, setelah ada inpres nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK," ujarnya. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP