Pemerintah akui sulitnya lepas dari jerat impor kedelai
Kedelai di indonesia tidak sebaik produksi di negara lain.
Pemerintahan Jokowi-JK menargetkan swasembada pangan dalam waktu 4 tahun kepemimpinannya. Namun, untuk mewujudkan swasembada kedelai, bukan hal mudah. Apalagi selama ini Indonesia tergantung pada impor kedelai jenis tertentu.
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil beralibi, ketergantungan Indonesia pada impor kedelai jenis tertentu karena sulitnya mengembangkan kedelai di dalam negeri. Kualitas kedelai Indonesia pun diakui masih rendah dibanding negara lain. Karena itu impor kedelai dianggap wajar.
"Kedelai di indonesia tidak sebaik produksi di negara lain," kata Sofyan di Jakarta, Senin (2/3).
Dia menuturkan, impor kedelai dilakukan untuk pakan ternak hingga pembuatan tahu dan tempe. Karena itu Sofyan pesimis merealisasikan swasembada kedelai dalam waktu dekat. Pihaknya menganggap perlu waktu tidak sebentar untuk menciptakan kondisi tersebut.
"Kalaupun ada target swasembada kedelai memerlukan waktu lama sampai kita menemukan spesies bagus dan cocok untuk di Indonesia," terangnya.
Baca juga:
Kabupaten Sukoharjo akan tanam kedelai seluas 1.000 hektar
Pemerintah belum berniat tutup keran impor kedelai tahun ini
Masih tergantung impor, swasembada pangan Jokowi sulit terwujud
Tiap bulan, 8 ton Pempek Palembang dikirim ke sejumlah negara ASEAN
30.000 motor pabrikan Suzuki Indonesia tembus pasar Jepang dan Eropa