Pemerataan pasokan, BI kembangkan 161 kluster pangan
Itu terdiri dari 31 kluster padi, 30 kluster cabai, 24 kluster bawang merah, dan 28 kluster sapi.
Bank Indonesia mengembangkan 161 kluster pangan di Tanah Air. Itu terdiri dari 31 kluster padi, 30 kluster cabai, 24 kluster bawang merah, dan 28 kluster sapi.
Kepala Departemen Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) BI Yunita Resmi Sari mengatakan pengembangan kluster diperlukan guna membantu meratakan distribusi pangan di Indonesia. Saat ini, distribusi pangan masih terkendala minimnya infrastruktur.
"Dalam waktu dekat BI akan mengembangkan kluster sapi, terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT)," katanya di Bogor, Jumat (11/3).
Menurutnya, NTT memiliki potensi dalam pengembangan sapi.
"Sayangnya di sana sapinya masih sedikit-sedikit menyebarnya. Maka kami akan kembangkan jadi industri kluster sapi yang besar agar bisa menyebar ke seluruh wilayah Indonesia."
Dia menambahkan cuaca menjadi faktor yang mempengaruhi panen raya di berbagai wilayah di Indonesia.
"Jadi di tempat-tempat tertentu dihasilkan komoditi yang sudah mencukupi tapi tempat lain kurang. Jadi yang perlu ditangani adalah distribusi."
Baca juga:
BI nilai teknologi berperan menekan gejolak harga pangan
Mentan tuding pedagang perantara permainkan harga beras
Pengusaha proyeksi harga makanan dan minuman tak naik tahun ini
Rantai pasokan panjang buat harga bawang merah meroket
Biaya distribusi tinggi bikin harga pangan melonjak