Biaya distribusi tinggi bikin harga pangan melonjak
Merdeka.com - Ketua Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan mengatakan tingginya biaya distribusi logistik jadi penyebab kenaikan harga pangan. Menurut dia, hampir di setiap sektor permasalahan utama tak ada regulasi mengenai biaya distribusi yang jelas.
"Mestinya juga harus baik, jangan di depan gerbang membuat antrian panjang menimbulkan kemacetan karena alur itu di depan, masalah di kita kan proses pengiriman barang ke satu tempat lama, biaya logistik menjadi tinggi," ujar Yuki dalam diskusi di Jakarta, Jumat (28/1).
Yuki menegaskan payung hukum mengatur biaya distribusi belum diatur dengan baik. Hal ini disebabkan ada kepentingan pelaku distribusi seperti pangan.
"Sekali lagi bicara logistik bicara suplai, hukumnya harus jelas, payung hukumnya harus dipertegas, ini belum ada yang mengatur soal distribusi. Kita kan mau deregulasi dan pelaksanaan. Permasalahan kita selain itu, soal implementasi, dan itu terjadi hampir di semua sektor," kata dia.
Dia pun mendorong pemerintah untuk membuat peraturan tegas terkait distribusi. Ini menjadi tantangan ke depannya supaya setiap distribusi logistik pada semua lini sektor bisa membuat harga makin stabil.
"Apalagi pemerintah harus buat regulasi jangan cuma sampai tiga hari lalu revisi, at least buatnya sampai lima tahun ke depanlah. Jadi saya enggak pernah tolak regulasi yang ada, cuma banyak masukan soal biaya yah fokusnya," pungkas dia.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya