LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pembangkit listrik limbah pertanian Rp 292,3 M pertama di Kalimantan beroperasi

General Manager PLN Wilayah Kalimantan Barat, Richard Safkaur, mengatakan pembangkit listrik swasta ini milik PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari, akan memasok listrik sebesar 74 juta kilo watt hour (kWh) per tahun ke sistem Khatulistiwa. PLTBm 1 Rezeki Siantan mulai dibangun sejak Desember 2016.

2018-04-25 11:30:58
PLN
Advertisement

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengoperasikan pembangkit listrik biomassa (PLTBm) pertama di Kalimantan senilai USD 21 juta atau setara Rp 292,3 miliar (Rp 13.919 per USD). Pembangkit listrik berbahan bakar limbah pertanian ini berkapasitas total 15 Megawatt (MW).

‎General Manager PLN Wilayah Kalimantan Barat, Richard Safkaur, mengatakan pembangkit listrik swasta ini milik PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari, akan memasok listrik sebesar 74 juta kilo watt hour (kWh) per tahun ke sistem Khatulistiwa. Keberadaan PLBm yang baru beroperasi ini untuk memperkuat pasokan listrik di sistem Khatulistiwa, serta menggantikan beberapa pembangkit berbahan bakar minyak (BBM).

"Pengembangan energi baru terbarukan jadi salah satu prioritas PLN di regional Kalimantan. Saat ini di wilayah Kalbar, presentase pembangkit yang memakai minyak masih sebesar 44 persen," kata Richard, di Jakarta, Rabu (25/4).

Advertisement

PLTBm 1 Rezeki Siantan mulai dibangun sejak Desember 2016 berlokasi di Wajok Hulu, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Beroperasi dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai sumber bahan bakarnya, seperti cangkang sawit, sekam padi, tongkol jagung, ampas tebu, serbuk kayu.

"Harga material tersebut berkisar Rp 600/kg. Diperkirakan kebutuhan bahan bakar untuk memproduksi energi listrik setahunnya sebanyak 98.400 ton per tahunnya," jelas Richard.

Untuk mengalirkan listrik PLBm Siantan ke sistem Khatulistiwa, PLN juga telah membangun jaringan listrik 20 kilo Volt (kV) sepanjang 5,6 kilometer sirkit (kms) dari pembangkit ke titik interkoneksi di Gardu Induk (GI) Siantan.

Advertisement

Sementara itu, Direktur Utama PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari Duken Kuncara mengatakan pihaknya bekerja sama dengan dinas kehutanan dan organisasi terkait untuk pasokan bahan bakar pembangkit.

"Keberlangsungan suplai bahan baku harus kami pastikan. Langkah yang kami ambil adalah menjalin kerjasama dengan pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) yang berada tersebar di Provinsi Kalimantan Barat. Kedepannya akan dijalin juga kerja sama dengan pihak pemilik lahan untuk membuat koperasi demi meningkatkan perekonomian masyarakat lokal," papar Dunken.

Dunken juga menambahkan, perusahaannya menginvestasikan dana lebih dari USD 21 juta untuk membangun PLTBm Siantan. "Dari total kapasitas terpasang 1x15 Megawatt, kami dan PLN sudah sepakat untuk menyalurkan sebesar 10 Megawatt terlebih dahulu sesuai power agreement yang sudah ditandatangani pada 2016 lalu," tandas Dunken.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

Baca juga:
BPK sebut PLN boros masih gunakan pembangkit solar, ini jawaban Sofyan Basir
ESDM patok harga gas untuk pembangkit listrik
Ini penyebab lambannya pembangunan pembangkit berbasis energi baru dan terbarukan
Bos PLN ancam cabut kontrak jual beli listrik jika pembangkit EBT tak alami kemajuan
Ini alasan Indonesia belum punya pembangkit listrik tenaga nuklir
Punya potensi besar, pemanfaatan air untuk listrik RI masih rendah
PLN siapkan 1 miliar volt ampere penuhi kebutuhan listrik industri Bekasi

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.