LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pedagang Pasar di Palangkaraya Belum Jual Minyak Goreng Sesuai HET

Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Sawit mencantumkan HET minyak goreng curah Rp11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp14.000 per liter.

2022-02-10 22:31:42
Minyak Goreng
Advertisement

Sejumlah pedagang di pasar Tradisional di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah belum menjual minyak goreng sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) seperti yang ditetapkan pemerintah.

Diketahui, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Sawit mencantumkan HET minyak goreng curah Rp11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp14.000 per liter.

"Untuk toko ritel modern harga sudah sesuai. Namun untuk pedagang eceran dan di pedagang pasar tradisional, harga minyak goreng masih tinggi, belum sesuai HET," kata Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin di Palangka Raya, dikutip Antara, Kamis (10/2).

Advertisement

Dia menerangkan, sejumlah pedagang di pasar tradisional masih menjual minyak goreng dengan harga Rp20-23 ribu per liter dan Rp41-43 ribu per liter, tergantung merek. "Ini karena pedagang masih menyesuaikan dengan harga modal. Mereka juga tidak mendapat subsidi, retur dari agen maupun distributor," imbuhnya.

Meski demikian, masyarakat tidak termakan isu kelangkaan pasokan minyak goreng. Warga juga diminta bijak dan berbelanja tidak berlebihan.

"Hari ini saya bersama Disperindag dan Dinas Ketahanan Pangan memantau pasar dan distributor. Memang harga masih tinggi tapi stok minyak goreng masih aman," katanya.

Advertisement

Pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan secara berkala serta berkoordinasi dengan distributor dan Bulog untuk memastikan tidak ada kelangkaan minyak goreng.

Sementara itu, Solehah yang merupakan pedagang di pasar tradisional di Kota Palangka Raya mengaku belum menerapkan HET pada minyak goreng. "Kita masih menjual minyak goreng di atas Rp14.000 per liter. Kita menghabiskan stok yang waktu kita beli harganya masih tinggi. Jika sesuai HET, saya rugi," kata ibu dua anak ini.

Dia pun berharap pemerintah atau pihak terkait lainnya dapat memberlakukan penukaran atau subsidi sehingga harga jual minyak goreng dapat disesuaikan dengan HET. "Jika ada penggantian selisih harga modal, saya sangat bersedia menjual minyak goreng dengan harga yang telah ditentukan dan disesuaikan pemerintah," katanya.

Pedagang lain, Zaenab yang menjual minyak goreng secara eceran mengaku juga belum dapat menjual sesuai batas atas tertinggi yang ditetapkan pemerintah. "Jika saya jual seliter Rp14.000 saya akan rugi banyak. Modalnya saja di atas itu. Mungkin jika stok ini habis dan ada yang baru maka harga akan kembali kita sesuaikan. Intinya jangan sampai pedagang kecil seperti saya rugi," katanya.

Baca juga:
BI Proyeksi Inflasi Februari Lebih Tinggi dari Januari, Salah Satunya Akibat Elpiji
INFOGRAFIS: Ironi Minyak Goreng, Masih Mahal dan Langka
Polri Ungkap Penyebab Kosongnya Minyak Goreng di Indomart dan Alfamart
Minyak Goreng di Solo Masih Langka
Minyak Goreng Langka di Pasaran, Kebijakan Pemerintah Tak Efektif?
Harga Minyak Goreng Kemasan di Pasar Tradisional Masih Mahal

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.