BI Proyeksi Inflasi Februari Lebih Tinggi dari Januari, Salah Satunya Akibat Elpiji
Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mencatat, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2022 sebesar 0,56 persen secara month-to-month (mtm) atau 2,18 persen secara year on year (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,87 persen (yoy).
"Dengan perkembangan tersebut, inflasi Februari lebih tinggi," ungkap Perry dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI - Februari 2022 di Jakarta, Kamis (10/2).
Perry menyampaikan, perkembangan tersebut dipengaruhi oleh inflasi kelompok volatile food (bahan makanan) yang meningkat. Ini didorong oleh tertahannya pasokan seiring dengan berlangsungnya periode tanam dan kenaikan harga CPO di pasar global.
Kemudian, inflasi kelompok administered prices (harga yang diatur pemerintah) juga mengalami peningkatan. Kenaikan ini utamanya dipengaruhi oleh penyesuaian harga elpiji nonsubsidi dan dampak kenaikan cukai tembakau.
Inflasi 2022 Masih Sesuai Target
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMeski begitu, Bank Indonesia memproyeksikan inflasi pada 2022 terkendali dalam sasaran pemerintah 3 persen plus minus 1 persen.
Proyeksi ini sejalan dengan masih memadainya sisi penawaran dalam merespons kenaikan sisi permintaan, tetap terkendalinya ekspektasi inflasi, stabilitas nilai tukar Rupiah, serta respons kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan pemerintah.
"Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) guna menjaga inflasi IHK dalam kisaran sasarannya," tutupnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya