Pasokan melimpah, harga minyak dunia anjlok
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mencatat rekor produksi minyak tertinggi lagi pada November, naik menjadi 34,16 juta barel per hari. Sementara itu, Rusia melaporkan rata-rata produksi minyak pada November sebesar 11,21 juta barel per hari, tertinggi dalam hampir 30 tahun.
Harga minyak dunia kembali anjlok pada Selasa (Rabu pagi WIB). Penyebabnya, pasar global masih mengkhawatirkan produsen-produsen shale oil dapat merusak kesepakatan pemangkasan produksi negara pengekspor minyak atau OPEC.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mencatat rekor produksi minyak tertinggi lagi pada November, naik menjadi 34,16 juta barel per hari. Sementara itu, Rusia melaporkan rata-rata produksi minyak pada November sebesar 11,21 juta barel per hari, tertinggi dalam hampir 30 tahun.
Itu berarti OPEC dan Rusia sendiri memproduksi cukup untuk menutupi hampir setengah dari permintaan minyak global. OPEC memutuskan untuk memangkas produksi minyaknya sebesar 1,2 juta barel per hari, menetapkan pagu produksi minyak di 32,5 juta barel per hari.
Pengurangan produksi ini berlaku mulai 1 Januari 2017, merupakan pemotongan produksi minyak pertama kartel sejak 2008. Pengurangan ini dikoordinasikan dengan negara produsen non-OPEC, Rusia, yang berjanji akan memangkas produksinya 300.000 barel per hari. Di sisi lain, para analis telah memperingatkan bahwa harga minyak yang lebih tinggi akan mendorong produksi minyak serpih (shale oil) AS dan kemudian membawa harga turun kembali.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, turun USD 0,86 menjadi menetap di USD 50,93 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari, berkurang USD 1,01 menjadi ditutup pada USD 53,93 per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca juga:
Hari ini, Rupiah terus menguat ke posisi Rp 13.343 per USD
Saat Jokowi siap ajari Donald Trump dan Rupiah tak berpatok pada USD
Ini penyebab industri tekstil RI kalah dari Vietnam dan Bangladesh
Jokowi sebut orang Indonesia simpan Rp 11.000 triliun di luar negeri
Besok, Jokowi nobar laga Indonesia vs Vietnam di Bali
5 Kegusaran Presiden Jokowi soal investasi hingga ekonomi RI
Jokowi: Industri tekstil Indonesia kalah dari Vietnam dan Bangladesh