Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Kegusaran Presiden Jokowi soal investasi hingga ekonomi RI

5 Kegusaran Presiden Jokowi soal investasi hingga ekonomi RI Presiden Jokowi. ©REUTERS/Darren Whiteside

Merdeka.com - Pemerintah harus berhadapan dengan permasalahan lambatnya ekonomi global. Hal ini tentu berimbas pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakin ekonomi Indonesia tak terlalu berdampak pada perlambatan ekonomi global. Apalagi, harga komoditas dunia saat ini tengah mengalami penurunan. Untuk itu, pemerintah memutar otak agar ekonomi Indonesia tak terlalu bergantung pada komoditas.

"Kita tahu semuanya bahwa harga komoditas sekarang ini turun, tapi ini sudah mulai bergerak naik, sedikit mulai baik yang berhubungan dengan batu bara, minyak juga sedikit naik. Sehingga saya ingin memastikan lihat ekonomi di Kalimantan Timur, terutama di Balikpapan seperti apa," ucap Presiden.

Melihat kondisi pusat perbelanjaan yang cukup ramai, Presiden Jokowi optimistis masyarakat Indonesia tidak terpengaruh dengan kondisi ekonomi global yang melambat. "Kalau saya melihat tadi keramaian di pusat ekonomi, saya kira pergerakan ekonomi kelihatan. Ini bukan hanya sebuah harapan tapi optimisme yang ditunjukkan oleh masyarakat meskipun global ekonomi mengalami perlambatan tapi ekonomi kita mentalnya masih baik," kata Presiden.

Kendati demikian, pemerintah harus mempunyai strategi untuk menangkal imbas dari perlambatan ekonomi global dan perbaikan ekonomi nasional. Sebab, menurutnya, ketangguhan ekonomi Indonesia tengah diuji, baik secara eksternal maupun internal.

Founder Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Didik J. Rachbini mengatakan Permasalahan datang dari mandeknya negara-negara yang menjadi kutub-kutub ekonomi dalam mendorong perekonomian Indonesia, kehadiran Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat yang memunculkan sentimen negatif, dan munculnya gejala deglobalisasi atau arus balik dari globalisasi di mana setiap negara memproteksi diri dan produk dalam negeri relatif susah masuk ke pasar.

"Ekspor kita yang pernah di puncak mencapai USD 200 miliar relatif menurun tinggal USD 150 miliar. Korea yang sudah mencapai 500 miliar ekspor impornya tapi masih agresif mencari pasar, bahkan di tempat kita. Karena itu, kami para ekonom menyampaikan sumbang saran karena Indonesia butuh strategi," kata Didik di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (6/12).

Hal ini jelas mempengaruhi investasi yang masuk ke Indonesia. Presiden Jokowi mengakui sulitnya mencari investasi baru di tengah menurunnya ekonomi global.

Kegusaran-kegusaran Jokowi tak hanya soal investasi. Berikut 5 kegusaran Jokowi di bidang ekonomi selama dua tahun memimpin Tanah Air:

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP