Pasar bebas ASEAN, direksi BUMN terancam diisi orang asing
Direksi BUMN dikhawatirkan akan kalah saing dengan orang luar.
Indonesia dalam waktu tidak lama lagi akan menyongsong pasar bebas ASEAN atau biasa disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Namun, berbagai kekhawatiran masih menyelimuti Indonesia. Seolah Indonesia tidak bisa bersaing dengan negara tetangga.
Director of Human Capital Management PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), Priantono Rudito mengatakan salah satu yang menjadi kekhawatiran Indonesia adalah masalah tenaga kerja. Dia khawatir direksi dan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan kalah saing dalam pasar Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
"Yang menarik memang secara eksplisit disebutkan akan adanya 'free flow skilled labours' di MEA. Saya khawatirnya nanti direksi-direksi BUMN akan kalah saing dengan orang luar, mereka yang mengisi jabatan," kata Rudi di Jakarta seperti dilansir dari Antara, Jakarta, Sabtu (11/4).
Pada era yang terglobalisasi seperti saat ini, masih terdapat sebuah tantangan bagi perusahaan besar dan kecil, yaitu langkanya 'talent' yang berkualitas global.
"Dalam masa sekarang, mencari atau mengembangkan 'talent' yang sesuai dengan kualifikasi global menjadi kendala yang paling sulit bagi manajemen SDM dalam lima tahun ke depan. Bahkan negara-negara anggota G20 juga sependapat dengan hal ini," tegasnya.
Untuk itu negara-negara G20 juga saat ini sedang menentukan sebuah standar global untuk memperhitungkan kualifikasi pada individu. Terkait dengan percepatan globalisasi, dia mengatakan bahwa kemajuan teknologi di bidang internet juga turut memicu percepatan globalisasi individu.
"Munculnya internet, 'open source education', dan 'smart phone' (ponsel pintar) telah memicu globalisasi versi 3, atau globalisasi di level individu," kata Rudi.
Menurut dia, kemajuan teknologi tersebut bisa diibaratkan sebagai 'steroid', yang memicu perubahan pada karakter individu jauh lebih cepat dari yang diperhitungkan secara normal. "Tapi ini, teknologi terjadi dengan cepat dibandingkan dua tingkat itu. Perubahan ini kita harapkan turut berpengaruh pada penetapan standar individu di BUMN," tutupnya.
Sebagai informasi, masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sendiri akan dimulai pada akhir 2015. Nantinya sebuah negara di Asia Tenggara bisa menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara.
Selain itu, MEA tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan dan lain-lain.
Baca juga:
BPK tak masalah bos BUMN 'orang titipan' dan warga asing
Kadin yakin BUMN maju jika dipimpin orang asing
5 Sinyal pemerintah restui BUMN 'digadaikan' ke asing
MUI sentil Rini Soemarno akan rekrut orang asing isi BUMN
Ini alasan JK buka peluang warga negara asing jadi bos BUMN