Kadin yakin BUMN maju jika dipimpin orang asing
Merdeka.com - Beberapa waktu lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan gagasannya untuk mempertimbangkan warga negara asing menjadi bos BUMN.
Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengakui sumber daya manusia (SDM) Indonesia belum mumpuni memaksimalkan potensi sumber daya alam (SDA). Padahal, kemampuan ini dibutuhkan untuk perusahaan BUMN yang lini bisnisnya mengandalkan potensi SDA.
Karena itu Kadin meminta agar pemerintah mengimpor SDM asing yang lebih berkompeten. "Kalau keuntungan BUMN bisa tumbuh, maka pemasukan bagi negara juga besar dan enterpreneur dalam negeri bisa dikembangkan," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto (SBS) di Menara Kadin, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (22/1).
SBS mengambil contoh BUMN Malaysia seperti Petronas yang kini dikomandoi orang asing.
"BUMN di Malaysia itu dipimpin CEO top, kelas dunia. Mereka tidak peduli apakah itu warga negaranya sendiri atau warga negara asing," tutur SBS.
Pendapatan Petronas saat ini, lanjut SBS, setara dengan pendapatan separuh BUMN yang ada di Indonesia.
"BUMN di Malaysia keuntungan lebih besar dari separuh BUMN Indonesia kalau digabung kan," ungkapnya.
Dia menilai, jika Indonesia meniru pola kerja Malaysia yang memakai tenaga asing untuk mengelola BUMN-nya maka dapat dipastikan akan meningkatkan daya saing dalam negeri dengan sejumlah perusahaan asing.
"Karena mereka dimanajemeni oleh the best management, you can get," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membuka lebar pintu perusahaan negara untuk warga negara asing. Orang asing diperbolehkan menjadi bos, petinggi perusahaan BUMN jika berhasil lolos dalam proses seleksi.
"Bisa saja orang asing jadi bos BUMN. Tetapi kita ambil dari dalam terlebih dahulu," ujar dia dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (15/12).
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya