LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Para sopir bajaj gas minta pemerintah perbanyak SPBG

Saat ini, di Jakarta hanya terdapat tiga Mobile Refueling Unit (MRU).

2016-07-23 15:00:00
BBG
Advertisement

Peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sektor transportasi meningkat sekitar 8 persen hingga 12 persen setiap tahunnya. Saat ini, pemerintah Indonesia tengah berupaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan BBM dalam berbagai program, seperti melakukan konversi dari BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG).

Meski demikian, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) masih terbatas. Para supir bajaj gas yang tergabung dalam Komunitas Bajaj Gas (Kobagas) berharap agar pemerintah bisa memperbanyak jumlah SPBG.

Ketua Kobagas Agus Supriyatno mengungkapkan tidak semua Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) menjual gas bumi. Saat ini, di Jakarta hanya terdapat tiga Mobile Refueling Unit (MRU), yang berlokasi di kawasan Monas, Waduk Pluit dan Grogol. Padahal, pasokan gas bumi di Indonesia sangat berlimpah.

Advertisement

"Kalau stok BBG-nya kan pasokan gas di Indonesia melimpah. Pemerintah tinggal menambah SPBGnya aja," ujar Agus saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Sabtu (23/7).

Karena terbatasnya jumlah SPBG, banyak pengguna Bajaj Biru yang 'nakal' memakai bensin untuk bahan bakarnya. Lantaran, saking banyaknya antrean saat mengisi bahan bakar.

"Kalau ngantre di pom bisa sampai dua jam, kadang kalau lagi males mah suka ngisi BBM saja, yang lain juga banyak yang gitu," ujar pengemudi bajaj gas, Dodi.

Advertisement

Antrean tersebut, kata dia, membuat penghasilan bajaj gas berkurang. Selain itu, biaya operasi angkut penumpang juga semakin tinggi. Alasannya, harga BBM lebih tinggi dibanding BBG.

Saat ini, harga BBM jenis premium sebesar Rp 6.500 per liter. Sedangkan, harga BBG hanya sebesar Rp 3.100 per liter setara premium (lsp).

Untuk itu, para pengemudi bajaj gas lebih memilih menggunakan BBG ketimbang BBM. "Dua jam itu bisa narik sampai tiga penumpang," pungkasnya.

Laporan: Linda Juliawanti

Baca juga:
Pakai BBG, pengemudi bajaj gas bawa pulang Rp 300.000 per hari
PGN utamakan penggunaan gas di kawasan usaha kecil dan menengah
PGN tambah 2.000 pelanggan gas rumah tangga
Pekan ini, ESDM bakal turunkan harga gas sektor industri
Perluas jaringan, PGN alirkan gas bumi di Dumai pada 2018
Kisah Kepala PGN tempuh perjalanan 5 jam jual gas ke industri sawit
Holding BUMN dinilai bikin harga gas ke masyarakat semakin murah

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.