Pangkas Ketergantungan Impor, 5 Komponen Kapal Raih Sertifikat dari BKI
Ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat kemandirian industri komponen kapal di dalam negeri.
PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) telah menyelenggarakan bimbingan teknis untuk sertifikasi produk, yang dihadiri oleh lima perusahaan anggota Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI). Perusahaan-perusahaan tersebut adalah PT. PCM Kabel Indonesia, PT. Indorope Fibertama Perkasa, PT. Serata Makmur Raya, PT. Sigma Artha Baharimaka, dan CV. Setia Kawan Indonesia.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama antara BKI dan PIKKI, yang 55 persen dari anggotanya terdiri dari kelompok Industri Kecil dan Menengah (IKM). Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor komponen kapal, yang saat ini diperkirakan masih mencapai lebih dari 80%.
Kolaborasi antara BKI, PIKKI, dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) telah menghasilkan langkah signifikan dalam penetrasi produk komponen kapal domestik. Sebanyak lima komponen kapal nasional kini telah mendapatkan sertifikat resmi dari BKI.
Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI, Arief Budi Permana, menyatakan bahwa acara ini bukan hanya simbol pengakuan terhadap pencapaian teknis dan komitmen mutu, tetapi juga merupakan langkah konkret untuk memperkuat kemandirian industri komponen kapal di dalam negeri.
"Kita menyadari betapa strategisnya peran sektor maritim dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, laut bukan hanya pemisah, melainkan juga penghubung dan sumber kekuatan bangsa. Di sini peran vital PT BKI dan PIKKI bersinergi," ujar Arief, Sabtu (20/12/2025).
Keberlanjutan dalam Industri Material dan Komponen Kapal Indonesia
Arief menegaskan bahwa BKI senantiasa memberikan dukungan serta mendorong keberlanjutan industri material dan komponen kapal dalam negeri. Menurutnya, dukungan terhadap keberlangsungan industri nasional tidak hanya dilakukan melalui regulasi dan inspeksi, tetapi juga dengan cara meningkatkan kompetensi di tingkat nasional.
"Program sertifikasi ini telah dijalankan BKI secara sistematis untuk memastikan bahwa SDM industri kita benar-benar siap bersaing di pasar global," ungkap Arief.
Sejauh ini, ada lima jenis komponen kapal nasional yang telah resmi mendapatkan sertifikat dari BKI. Kelima komponen tersebut meliputi Marine Cable HF90 insulated power, lighting and control cables yang diproduksi oleh PT PCM Kabel Indonesia di Tangerang (sertifikat type approval), Tali Polypropylene Monofilament yang dihasilkan oleh PT Indorope Fibertama Perkasa di Surabaya (type approval), dan komponen HLM Anchor Windlass yang diproduksi oleh PT Serata Makmur Raya di Surabaya (type approval).
Selain itu, terdapat juga komponen weathertight door dari CV Setia Kawan Indonesia di Tegal (product approval) dan komponen dynamic descales yang diproduksi oleh PT Sigma Artha Bahari dari Bekasi untuk sertifikat commercial certificate.