Operasional KA Reguler Daop Bandung Tetap Normal Meski Ada Rekayasa Jalur Imbas Kereta Anjlok
PT KAI Daop 2 Bandung memastikan operasional KA reguler tetap normal, meskipun ada rekayasa jalur lima KA jarak jauh akibat kereta anjlok di Bumiayu, Jawa Tengah.
PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memastikan operasional kereta api (KA) reguler di wilayahnya berjalan normal tanpa gangguan berarti. Kepastian ini disampaikan meskipun terdapat rekayasa pengalihan jalur sejumlah KA lintas Jawa. Pengalihan rute dilakukan imbas anjloknya kereta di Stasiun Bumiayu, Jawa Tengah, pada Senin (6/4) sore.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa perjalanan KA keberangkatan dan lintasan Daop 2 tidak terdampak. Kereta seperti Argo Wilis, Turangga, Lodaya, Malabar, Harina, Parahyangan, hingga KA lokal Bandung Raya dan Garut beroperasi sesuai jadwal. Pihak Daop 2 Bandung menyatakan tidak ada keterlambatan atau pembatalan untuk rute-rute tersebut. Hal ini memberikan ketenangan bagi para penumpang yang akan bepergian.
Kuswardojo menambahkan, "Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada dampak," terkait operasional KA reguler di wilayahnya. Rekayasa jalur ini merupakan respons KAI menyusul gangguan perjalanan KA Bangunkarta (161) yang anjlok di Stasiun Bumiayu Daop 5 Purwokerto pada pukul 14.15 WIB. Insiden ini memicu penyesuaian operasional di beberapa lintas.
Rekayasa Jalur Lima Kereta Jarak Jauh
Sebagai solusi strategis untuk menjamin keselamatan penumpang dan menekan potensi keterlambatan, PT KAI mengambil langkah pengalihan rute. Sebanyak lima perjalanan KA jarak jauh dialihkan untuk memutar melewati lintas Kroya-Bandung-Cikampek. Keputusan ini diambil untuk memastikan kelancaran distribusi perjalanan kereta api di Pulau Jawa.
Pengalihan rute ini mencakup beberapa kereta penting yang melayani rute panjang. Di antaranya adalah KA Argo Semeru (5) relasi Surabaya Gubeng-Gambir dan KA Gaya Baru Malam Selatan (89) relasi Surabaya Gubeng-Pasarsenen. Selain itu, KA Progo (257) relasi Lempuyangan-Pasarsenen juga ikut dialihkan melalui jalur alternatif ini.
Dua kereta lainnya yang mengalami rekayasa jalur adalah KA Senja Utama Yogyakarta (107) relasi Yogyakarta-Pasarsenen. Serta KA Senja Utama Yogyakarta (108) yang melayani rute Pasarsenen-Lempuyangan. Semua kereta ini kini melintasi wilayah Daop 2 Bandung, yang sebelumnya tidak menjadi rute reguler mereka.
Kuswardojo menjelaskan bahwa pengalihan rute ini merupakan prioritas utama perusahaan dalam menempatkan aspek keselamatan di atas segala operasional perjalanan. Setiap keputusan diambil dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan maksimal bagi para penumpang kereta api.
Prioritas Keselamatan dan Informasi Terkini
PT KAI Daop 2 Bandung telah menyiagakan seluruh aspek prasarana dan sarana untuk mendukung kelancaran operasional. Petugas lapangan juga disiagakan guna mendukung kelancaran arus KA yang dialihkan melalui wilayahnya. Komitmen ini memastikan setiap perjalanan tetap aman dan terkendali di jalur yang baru.
"Kami mengupayakan seluruh perjalanan KA yang melintas di wilayah Daop 2 Bandung tetap berjalan dengan lancar dan aman," tutur Kuswardojo. Koordinasi intensif terus dilakukan antar unit terkait untuk mengantisipasi potensi keterlambatan yang lebih lama. Hal ini penting agar pelayanan tetap prima.
Meskipun operasional jalur reguler dipastikan aman, KAI Daop 2 Bandung tetap menyampaikan permohonan maaf atas penyesuaian pola operasi ini. Permohonan maaf ini ditujukan kepada pelanggan yang mungkin terdampak oleh perubahan rute tersebut. KAI berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik.
KAI Daop 2 juga mengimbau pelanggan untuk terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi perusahaan. Informasi dapat diakses melalui aplikasi KAI Access, situs web resmi, atau media sosial KAI. Pemantauan informasi ini penting demi kenyamanan dan kelancaran perjalanan mereka yang menggunakan jasa kereta api.
Sumber: AntaraNews