LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

OPEC sepakat batasi produksi, harga minyak dunia kembali naik

Para analis mengatakan kebijakan ini adalah yang pertama kalinya dalam delapan tahun bagi OPEC mencapai kesepakatan pemotongan produksi, yang tentu saja 'bullish' bagi pasar.

2016-09-29 09:00:14
harga minyak dunia
Advertisement

Harga minyak dunia menguat pada Rabu (Kamis pagi WIB). Penguatan ini disebabkan kesepakatan negara-negara pengekspor minyak atau OPEC untuk membatasi produksinya.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November bertambah USD 2,38 menjadi menetap di USD 47,05 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik USD 2,72 menjadi ditutup pada USD 48,69 per barel di London ICE Futures Exchange.

Advertisement

OPEC sepakat untuk memangkas produksi minyak menjadi 32,5 juta barel per hari dari saat ini 33,24 juta barel per hari. Kelompok ini akan menyetujui tingkat produksi konkret dengan masing-masing negara pada pertemuan resmi berikutnya pada November di Wina, Austria.

Ketua OPEC Mohammed Bin Saleh Al-Sada mengatakan para anggota setuju untuk membatasi produksi minyaknya antara 32,5 juta hingga 33 juta barel per hari. Pejabat OPEC menjuluki pertemuan di Aljazair merupakan sejarah baru dalam dunia perminyakan.

Al-Sada mencatat 14 anggota setuju untuk mengurangi produksi minyaknya. Sebuah laporan harus disusun oleh komite, dan kemudian diajukan ke pertemuan OPEC berikutnya yang akan digelar di Wina pada November.

Advertisement

Komite tersebut juga dimaksudkan untuk mengkoordinasikan kesepakatan bersama antara anggota kartel dalam upaya mempercepat proses re-balancing pasar minyak "Dengan berbagi beban menyesuaikan produksi antara produsen OPEC dan non-OPEC," katanya seperti dilansir Antara, Kamis (29/9).

Para analis mengatakan kebijakan ini adalah yang pertama kalinya dalam delapan tahun bagi OPEC mencapai kesepakatan pemotongan produksi, yang tentu saja 'bullish' bagi pasar.

Baca juga:
Rupiah dibuka menguat tipis di posisi Rp 12.947 per USD
Menguak fakta di balik perkasanya Rupiah tinggalkan level Rp 13.000
Dewan penasehat Peradi ikut ungkap harta dalam program Tax Amnesty
Jeritan sopir bajaj ke Jokowi, terancam punah terdesak taksi online
Ini cara Menteri Rini kejar target 20 juta turis datang ke Indonesia
Akhir perdagangan, Rupiah masih betah di bawah level Rp 13.000
Diresmikan Menteri Rini, Hotel Indonesia kini jadi induk hotel BUMN

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.