LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Oktober 2016, kontrak baru PT PP capai Rp 27 triliun

‎Sedangkan carry over tahun 2015 sebesar Rp39 triliun. Dengan begitu, jika ditambahkan dengan kontrak baru sampai Oktober 2016 sebesar Rp 27,38 triliun, maka total order book perseroan yang diraih telah mencapai Rp 66,38 triliun.

2016-11-09 17:07:37
PT Pembangunan Perumahan
Advertisement

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) telah meraih kontrak baru sebesar Rp 27,38 triliun per akhir Oktober 2016, atau setara 88,32 persen dari target sebesar ‎Rp 31 triliun‎ di akhir 2016. ‎Sedangkan carry over tahun 2015 sebesar Rp39 triliun.

Dengan begitu, jika ditambahkan dengan kontrak baru sampai Oktober 2016 sebesar Rp 27,38 triliun, maka total order book perseroan yang diraih telah mencapai Rp 66,38 triliun.

"Sampai dengan akhir tahun 2016 ini, kami masih optimistis dapat melampaui target kontrak baru yang sudah ditetapkan oleh Manajemen di awal tahun sebesar Rp 31 triliun‎," ujar Tumiyana dalam acara 'Indonesia Infrastructure Week dan Konstruksi Indonesia Tahun 2016' di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (9/11).

Advertisement

Pencapaian kontrak baru Oktober 2016, terdiri dari kontrak baru induk perseroan sebesar Rp 23,08 triliun dan anak perusahaan sebesar Rp 4,30 triliun.

Adapun kontrak baru yang disumbang oleh anak perusahaan sampai dengan September 2016, antara lain PT PP Properti Tbk (PPRO) sebesar Rp 1,83 triliun, PT PP Pracetak Rp 1,77 triliun dan PT PP Peralatan Rp 705 miliar.

Sementara itu, beberapa proyek yang berhasil diraih perseroan sampai dengan akhir Oktober antara lain dua ruas Jalan Tol senilai masing-masing Rp 3 triliun dan Rp 2,7 triliun, PLTGMG Paket 7 100 MW yang berada di empat lokasi (Flores, Nabire, Bontang, Ternate), PLMTG Lombok Peaker 130-150 MW Rp 1,42 triliun, MNP Paket B & C Reklamasi Rp 891 miliar, Mobile Power Plant 500 MW Rp 739 miliar yang berada di 8 lokasi, pembangunan Gedung BNI Tower Rp 714 miliar, Tunjungan Boulevard Rp 655 miliar.

Advertisement

Kemudian, ada Bedungan Sukoharjo Lampung Rp 555 miliar, Apartemen Pertamina RU di Balikpapan Rp 497 miliar, Apartemen Cilacap Rp 384 miliar, Hotel Avani di Bali Rp 368 miliar, PLTS Surakarta Rp 300 miliar, Setiabudi Residence di Medan Rp 281 miliar, Lotte Ville di Tangerang Rp 256 miliar, Peningkatan Air Bersih Angkasa Pura II di Tangerang Rp 251 miliar, Transmart di Depok Rp 247 miliar, Sahid Hotel di Timika Rp 248 miliar, Pembangunan Tanggul Pantai Fase A NCICD Provisi Jakarta Rp 216 miliar.

Setelah itu, kontrak juga didapat dari pembangunan Rusunami Grand Setraland Karawang Rp 215 miliar, Apartemen Gardenia Rp 205 miliar di Jawa Barat, RS Otoritas Batam Rp 204 miliar, ASDP Bakauheni 7 Rp 201 miliar, Bank Indonesia di Jayapura Rp 188 miliar, Transmart di Bintaro Rp 189 miliar, Gedung Terminal & Parkir Radin Inten di Lampung Rp 169 miliar, LNG Regas Gorontalo Rp 160 miliar, Transmart di Rungkut Rp 144 miliar, Transmart di Gorontalo Rp 161 miliar, dan sebagainya.

Baca juga:
Menteri Basuki sebut 2 BUMN bakal lepas proyek ke swasta
Pelindo II incar 2 pelabuhan UPT Kemenhub
Presiden Jokowi sentil BUMN tak serius garap proyek infrastruktur
Sri Mulyani kawal proyek infrastruktur strategis yang digarap BUMN
Kuartal III-2016, laba bersih Pertamina naik 209 persen jadi Rp 37 T
Kejati Jatim periksa kembali Dahlan Iskan, Wisnu absen karena sakit
PLN: Malaysia masih akan suplai listrik Kalbar di 2017

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.