Presiden Jokowi sentil BUMN tak serius garap proyek infrastruktur
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengakui perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lebih memilih untuk memiliki proyek infrastruktur, bukan malah membangun. Padahal, proyek-proyek tersebut bisa dijadikan harta untuk disekuritisasi.
Sekuritisasi ini sendiri merupakan konversi piutang menjadi surat berharga yang dapat diperdagangkan, meliputi piutang pokok dan bunga.
Jokowi menilai, banyak pembangunan infrastruktur terhambat karena kesulitan dana. Padahal, seharusnya proyek infrastruktur bisa didorong lebih cepat melalui dana segar dari sekuritisasi.
"Kita itu senangnya memiliki. Saya katakan ke Waskita, Jasa Marga, Wijaya Karya, tugas kamu itu membangun (infrastruktur) sebanyak-banyaknya. Bukan memiliki," ujar Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (9/11).
Mantan Wali Kota Solo ini menambahkan, jika proyek-proyek infrastruktur tersebut hanya mengandalkan perputaran uang dari hasil pembangunan yang dilakukan, maka dana yang terhimpun akan sulit untuk mendanai proyek lainnya.
Namun, jika sekuritisasi dilakukan, pemerintah maupun perseroan akan mendapat dana segar dan bisa membiayai proyek-proyek lainnya. Hal ini dinilai sebagai langkah untuk mendorong percepatan pembangunan.
"Kalau dimiliki selama sebulan lalu uangnya dikantongin ya tidak dapat apa-apa. Kita bertahun-tahun seperti itu. Sehingga perlu mensekuritisasi untuk dapat dana segar. Kita puter lagi uangnya," tandasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya