Menteri Basuki sebut 2 BUMN bakal lepas proyek ke swasta
Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan melepas beberapa proyek infrasrukturnya ke pihak swasta dengan melakukan skema sekuritisasi. Perusahaan pelat merah tersebut antara lain PT Waskita Karya (Persero) dan PT Jasa Marga (Persero).
Basuki menegaskan kedua perseroan tengah menyusun sejumlah rencana perihal proyek mana saja yang akan dilepas kepada swasta. Dengan melepas sejumlah proyek ke swasta, pihaknya berharap pemerintah mendapat dana segar yang bisa digunakan kembali untuk membangun proyek infrastruktur lainnya.
"Jasa Marga udah punya rencana, yang dia punya share tidak dominan akan dilepas. Waskita juga sekarang dia sudah punya 100 KM konsesi tapi share yang minimum atau yang tidak semua dominan di Waskita, itu yang akan dilepas. Jadi sudah ada beberapa opsi yang akan dilepas jadi tidak perlu memiliki sendiri, tapi dijual dapat modal bangun yang lain lagi. Dan itu yang sudah yang sudah operasi," ujarnya di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (9/11).
Sementara untuk Waskita Karya, perseroan akan melepas proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Lampung kepada swasta. Untuk SPAM yang di Semarang Barat masih akan dipertimbangkan kembali karena menggunakan anggaran APBN yang cukup besar.
"SPAM sepeti Lampung, kalau SPAM Semarang Barat pakai APBN. Dari total Rp 800 miliar, pakai APBN Rp 500 miliar. Kalau SPAM Umbulan bulan November ini financial close," tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengakui perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lebih memilih untuk memiliki proyek infrastruktur, bukan malah membangun. Padahal, proyek-proyek tersebut bisa dijadikan harta untuk disekuritisasi.
Sekuritisasi ini sendiri merupakan konversi piutang menjadi surat berharga yang dapat diperdagangkan, meliputi piutang pokok dan bunga.
Jokowi menilai, banyak pembangunan infrastruktur terhambat karena kesulitan dana. Padahal, seharusnya proyek infrastruktur bisa didorong lebih cepat melalui dana segar dari sekuritisasi.
"Kita itu senangnya memiliki. Saya katakan ke Waskita, Jasa Marga, Wijaya Karya, tugas kamu itu membangun (infrastruktur) sebanyak-banyaknya. Bukan memiliki," ujar Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (9/11).
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya