LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

OJK: Penetrasi industri asuransi RI rendah, tumbuh ala kadarnya

Rasio penetrasi industri asuransi Indonesia yang didapat dari rasio antara premi bruto dan GDP meningkat dari 2,35 persen jadi 2,56 persen.

2016-11-23 11:59:59
OJK
Advertisement

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Haddad mengakui penetrasi industri asuransi Indonesia masih sangat rendah, yaitu hanya 2,56 persen di 2015. Pada 2015, total pendapatan premi Indonesia mencapai Rp 247,29 triliun atau tumbuh 19,5 persen dibanding 2014.

Dengan demikian, rasio penetrasi industri asuransi Indonesia yang didapat dari rasio antara premi bruto dan GDP meningkat dari 2,35 persen jadi 2,56 persen.

"Ini fakta penetrasi industri asuransi Indonesia dan ASEAN relatif rendah. Indonesia masih sekitar 2 persen," ujar Muliaman dalam acara konferensi pers di Yogyakarta, Rabu (23/11).

Advertisement

Industri asuransi di Indonesia saat ini masih didominasi industri asuransi umum sebanyak 80 perusahaan, lalu diikuti oleh industri asuransi jiwa sebanyak 55 perusahaan dan industri reasuransi sebanyak 6 perusahaan. Kemudian, industri asuransi wajib 3 perusahaan dan industri asuransi sosial sebanyak 2 perusahaan.

Total aset industri asuransi di Indonesia pada 2015 mencapai Rp 853,42 triliun dengan industri asuransi jiwa memliki proporsi paling besar yaitu 44,29 persen yaitu sebesar Rp 378,03 triliun. Kemudian industri asuransi sosial Rp 226,92 triliun dan industri asuransi umum Rp 124,01 triliun.

"Dengan kondisi tersebut, regulator dan pelaku usaha harus bisa membangun integrasi industri asuransi ASEAN untuk bersama-sama memajukan pertumbuhan ekonomi," kata Muliaman.

Advertisement

Data OJK menunjukkan, pertumbuhan industri asuransi pada 2015 secara global cenderung melambat dibanding 2014. Industri asuransi jiwa secara global mengalami pertumbuhan sebesar 3,3 persen (2014 sebesar 4,7 persen). Industri asuransi umum mengalami pertumbuhan sebesar 2,5 persen (2014 sebesar 2,8 persen).

Dari sisi aset, total aset industri asuransi di ASEAN mencapai USD 388,1 miliar dengan kontribusi asuransi jiwa mencapai 83 persen dari total aset atau USD 322 miliar. Sedangkan aset industri asuransi umum hanya USD 66,1 miliar atau 17 persen dari total aset.

Baca juga:
OJK: Integrasi industri asuransi ASEAN harus saling menguntungkan
Regulator asuransi se-ASEAN kumpul di Yogyakarta
OJK rencana kaji cabut aturan buyback tanpa RUPS
Bos OJK sebut investor lokal di pasar saham RI hanya 400.000 orang
Investor domestik di Indonesia terkecil se-Asia Tenggara
Bos OJK harap pembiayaan KUR bisa lebih fleksibel
Bos OJK: Harta tak dibawa mati, lebih baik diwakafkan

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.