LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

OJK Nilai Penurunan GWM Perbankan Dongkrak Pertumbuhan Kredit

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso menyebutkan kelonggaran GWM memberi kontribusi dalam mendukung stabilitas sektor keuangan. Dan imbasnya adalah mampu berkontribusi baik untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

2019-07-24 15:27:58
OJK
Advertisement

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik kebijakan Bank Indonesia yang memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan. Penurunan GWM tersebut akan membuat perbankan memiliki likuiditas tambahan hingga Rp 25 triliun.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso menyebutkan kelonggaran GWM memberi kontribusi dalam mendukung stabilitas sektor keuangan. Dan imbasnya adalah mampu berkontribusi baik untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dengan adanya penurunan giro wajib minimum dan penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia serta masuknya arus modal di pasar keuangan domestik akan dapat pertumbuhan kredit ke depan," kata dia, di kantornya, Rabu (24/7).

Advertisement

Seperti diketahui BI memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan. GWM untuk Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah/Unit Usaha Syariah masing-masing turun sebesar 50 bps menjadi 6,00 persen dan 4,5 persen dengan rerata masing-masing tetap 3,0 persen dan berlaku efektif per 1 Juli lalu.

Manfaat lain pelonggaran ini adalah dana yang dikelola perbankan bisa ditempatkan pada sektor lain, misalnya kredit. Dia mengungkapkan kredit perbankan tumbuh stabil pada level 9,92 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

"Dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor listrik, air, dan gas, konstruksi, serta pertambangan," ujarnya.

Advertisement

Sementara itu, piutang pembiayaan juga tumbuh sebesar 4,29 persen secara year on year (yoy). "Didorong oleh pertumbuhan pembiayaan pada sektor industri pengolahan, pertambangan, dan rumah tangga," tutupnya.

Baca juga:
Semester I-2019, OJK Catat PMI Manufaktur dan Ekspor RI Masih Melambat
BNI Salurkan Kredit Rp549 Triliun di Semester 1-2019
Laba Bersih Bank BNI Tumbuh Tipis jadi Rp7,63 Triliun di Semester I-2019
Hasil Sementara Evaluasi BI Temukan Kelemahan Sistem IT Bank Mandiri
Soal Gangguan Sistem Bank Mandiri, Ini Kata Apindo
Indef: Pengamanan Sistem IT Perbankan Indonesia Lemah

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.