Soal Gangguan Sistem Bank Mandiri, Ini Kata Apindo
Merdeka.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengapresiasi langkah PT Bank Mandiri (Persero) dalam menyikapi gangguan sistem yang menyebabkan adanya perubahan saldo pada data 10 persen nasabahnya beberapa waktu lalu. Sebagai salah satu bank besar, dia memandang Perseroan telah mengambil langkah cepat untuk menyelesaikannya.
"Dan memang yang kayak gitu harus cepat direspon, karena kalau tidak itu kan masalah kekhawatiran orang takut ada rush. Sebab, bank sebesar apapun kalau namanya udah panik, itu repot. Kita juga meresponnya harus tenang tidak boleh ikut panik," kata Hariyadi saat ditemui di Jakarta, Selasa (22/7).
Adanya gangguan pada sistem tersebut pun tidak kemudian membuat para pelaku usaha ikut terdampak dan terganggu. Sebab, semua berjalan dengan semestinya. "Tidak ada (kena dampak gangguan). Itu tidak ada," tandasnya.
Seperti diketahui, Bank Mandiri mengungkap penyebab terjadinya gangguan sistem yang menyebabkan adanya perubahan saldo pada data 10 persen nasabahnya. Hal ini disampaikan oleh Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas.
Perubahan tersebut terjadi saat perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan di akhir hari. Namun pada kali ini, terjadi error pada data saldo 10 persen nasabah Bank Mandiri.
"Hasil investigasi sementara, semacam defect di hardware, salah satu hardware. Memory defect lah. Jadi dia tidak bisa, error. Jadi saldo-saldo ketukar antara nasabah A, nasabah B," kata dia, di Plaza Mandi, Jakarta, Sabtu (20/7).
Pihaknya memperkirakan gangguan Bank Mandiri sudah terjadi sejak dini hari. Hanya memang komplain baru muncul di pagi hari, ketika masyarakat mulai ramai melakukan transaksi. "Ini kalau secara teknis. proses backup itu akhir hari, Tengah malam. Mungkin jam dua pagi (dini hari) sebetulnya masalah ini sudah terjadi," jelasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya