LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

OJK beberkan kondisi jasa keuangan Indonesia terkini

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan risiko yang dihadapi lembaga keuangan masih berada pada level yang aman. Hal ini terlihat dari angka kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang mengalami penurunan.

2018-07-31 19:29:48
OJK
Advertisement

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan risiko yang dihadapi lembaga keuangan masih berada pada level yang aman. Hal ini terlihat dari angka kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang mengalami penurunan.

"Rasio Non Performing Loan gross perbankan posisi Juni 2018 tercatat sebesar 2,6790 turun dari posisi Mei (2,7900)," kata Wimboh dalam acara Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (31/7).

Sementara itu, rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 3,15 persen. Angka ini sedikit meningkat dari posisi Mei 2018 sebesar 3,12 persen.

Advertisement

Sedangkan untuk permodalan lembaga jasa keuangan (LJK) juga terjaga dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal perbankan sebesar 21,9 persen. "Sedikit menurun dari posisi Mei (22,2 persen), namun jauh di atas threshol."

Untuk Risk based Capital (RBC) asuransi umum dan asuransi jiwa masing-masing sebesar 333 persen dan 455 persen. Angka ini meningkat dari posisi Mei yang tercatat masing-masing sebesar 319 persen dan 442 persen.

Sementara itu, ekses likuiditas perbankan di Indonesia masih memadai, di mana per 18 Juli 2018 sebesar Rp 539,9 triliun. Wimboh menilai, angka tersebut masih cukup untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Advertisement

Sementara itu, untuk angka pertumbuhan kredit pada posisi Juni 2018 tumbuh sebesar 10,75 persen yoy lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya 7,75 persen yoy.

"OJK juga akan mengupayakan penguatan terhadap ketahanan pasar keuangan domestik antara lain melalui upaya pendalaman pasar keuangan baik dari sisi permintaan maupun penawaran serta penguatan infrastruktur," tandasnya.

Baca juga:
OJK sebut pasar modal Indonesia stabil di tengah isu perang dagang
Ini tantangan pengusaha kembangkan bisnis di tengah era digital
Ini hambatan pengembangan fintech di Indonesia versi OJK
OJK sebut sektor jasa keuangan siap sambut revolusi industri 4.0
Bank Bukopin right issue, OJK girang bakal majukan UMKM Tanah Air

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.