OJK: Antrean IPO dan Right Issue Masih Padat, Nilainya Capai Rp 64,26 Triliun
OJK mencatat terdapat 75 rencana penawaran umum yang saat ini berada dalam pipeline dengan nilai indikatif mencapai Rp 64,26 triliun.
Di tengah tekanan yang masih membayangi pasar saham domestik, minat perusahaan untuk menghimpun dana melalui pasar modal tetap tinggi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat 75 rencana penawaran umum yang saat ini berada dalam pipeline dengan nilai indikatif mencapai Rp 64,26 triliun.
"Hingga akhir Mei 2026 secara year-to-date, nilai fundraising oleh korporasi di pasar modal telah mencapai angka Rp 68,18 triliun, serta terdapat 75 rencana penawaran umum di dalam pipeline dengan nilai indikatif sebesar Rp 64,26 triliun," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, dalam Konferensi Pers RDKB Mei 2026, ditulis Sabtu (6/6/2026).
Besarnya nilai antrean aksi korporasi tersebut menunjukkan pasar modal Indonesia masih menjadi salah satu sumber pendanaan yang menarik bagi dunia usaha, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam sepanjang tahun ini.
"Pasar modal domestik juga terus menjalankan peran pentingnya sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha dan pemerintah," ujarnya.
Lanjut Hasan, tingginya jumlah perusahaan yang bersiap masuk pasar modal menjadi sinyal positif di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi..
Sepanjang Mei 2026, IHSG tercatat ditutup pada level 6.127,38 atau terkoreksi 11,92 persen secara bulanan dan turun 29,14 persen sejak awal tahun.Meski demikian, kondisi tersebut belum mengurangi minat perusahaan untuk mencari pendanaan melalui pasar modal.
"IHSG tercatat ditutup di level 6.127,38 pada akhir periode laporan atau akhir Mei 2026. Ini terkoreksi sebesar 11,92 persen secara month to month atau 29,14 persen secara year-to-date," ujarnya.
OJK Optimistis Pasar Modal Tetap Jadi Mesin Pendanaan
OJK menilai tingginya aktivitas penggalangan dana menunjukkan fungsi intermediasi pasar modal tetap berjalan dengan baik. Selain penghimpunan dana melalui penawaran umum, alternatif pembiayaan berbasis pasar modal juga terus berkembang. Salah satunya melalui securities crowdfunding (SCF).
Hingga Mei 2026, total dana yang berhasil dihimpun melalui platform SCF mencapai Rp 1,94 triliun. Capaian ini menunjukkan semakin luasnya pilihan pendanaan yang tersedia bagi pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah.
"Untuk penggalangan dana melalui securities crowdfunding SCF, total nilai dana dihimpun telah mencapai angka Rp 1,94 triliun. Pada pasar derivatif keuangan, volume transaksi secara akumulatif mencapai 185.423 lot," pungkasnya.